Semester 1 2017 : Wall Street dan Emas Melonjak; Dollar AS dan Minyak Terpuruk

966

Bursa saham A.S. ditutup sebagian besar lebih tinggi pada akhir perdagangan sabtu dinihari (01/07) karena Wall Street menutup kinerja babak pertama yang kuat. Indeks Dow Jones naik 0,29 persen ditutup pada 21.349,63, dengan kenaikan tertinggi saham Nike. Indeks S & P 500 naik 0,15 persen, berakhir pada 2.423,41, dengan industri memimpin lima sektor lebih tinggi. Sedangkan Indeks Nasdaq turun 0,06 persen, ditutup pada 6.140,42.

Untuk bursa Asia dibuka mixed dengan pasar menunggu indikator ekonomi utama dari Tiongkok dan Jepang. Indeks Nikkei naik 0,09 persen pada 20,050.98, indeks ASX 200 turun 0,10 persen pada 5715.80. Sedangkan indeks Kospi naik 0,16 persen pada 2,395.23.

Harga minyak mentah berakhir naik 2,5 persen pada $ 46,04 per barel pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (01/07), terpicu sentimen penurunan pasokan mingguan AS dan pelemahan dollar AS. Untuk semester 1 tahun 2017 anjlok 14 persen terpicu kekuatiran peningkatan produksi global.  Untuk selanjutnya harga minyak mentah berpotensi bergerak naik jika pelemahan dollar AS berlanjut dan upaya bargain hunting.

Harga emas turun 0,27 persen pada $ 1,241.91 per ons pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (01/07) dengan adanya petunjuk dari bank sentral global bahwa era pelonggaran moneter mendorong kenaikan imbal hasil obligasi lebih tinggi. Untuk semester 1 2017 ini naik 8 persen terpicu sentimen ketidakpastian politik dan kekuatiran kebijakan ekonomi di awal pemerintahan Presiden AS Donald Trump, juga pelemahan dollar AS dan imbal hasil obligasi AS. Untuk selanjutnya harga emas berpotensi lemah terpicu penguatan bursa Wall Street.

Dari pasar valas, Dolar AS sepanjang pekan lalu anjlok cukup parah hingga jatuh ke posisi terendah 8 bulan. Melihat pergerakan sepanjang semester pertama tahun 2017, dollar AS anjlok 6,7% dari posisi akhir tahun 2016 yang sekalipun 2 kali Fed menaikkan suku bunganya. Untuk pergerakan hari ini terjadi rebound teknikal dengan EURUSD turun 0,12 persen pada 1.1426. GBPUSD naik 0.12 persen pada 1.3021. USDJPY naik 0,16 persen pada 112.35.

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan kamis sore (22/06) yang sekaligus menutup perdagangan selama semester pertama tahun 2017, IHSG  naik 0,2% ke posisi 5829. Penguatan IHSG terdukung aksi bargain hunting investor lokal. Dan sepanjang 6 bulan pertama IHSG bergerak bullish dengan penguatan 10% lebih. Secara teknikal  pergerakan IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support  5778-5795 dan resisten  5835-5876.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  AALI, BBRI, KLBF dan SMGR.

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here