Harga Minyak Mentah Sesi Asia Menurun; Ketegangan Geopolitik Berpotensi Mendukung

461

Harga minyak mentah turun pada hari Rabu (05/07), terbebani kenaikan dalam pasokan OPEC meskipun ada sebuah janji untuk memotong produksi, namun ketegangan geopolitik di semenanjung Korea dan Timur Tengah berusaha membangkitkan harga.

Harga minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) berada di $ 47,00 per barel, turun 7 sen atau 0,15 persen.

Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional untuk harga minyak, berada di $ 49,57 per barel, turun 4 sen, atau 0,08 persen.

Meskipun turun, kedua pasar telah pulih sekitar 12 persen dari posisi terendah baru-baru ini pada 21 Juni, meskipun harga minyak mentah tampaknya berada di bawah $ 50 per barel.

Ekspor minyak oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) naik untuk bulan kedua di bulan Juni, menurut Thomson Reuters Oil Research, meskipun berjanji untuk menahan produksi antara Januari tahun ini dan Maret 2018 untuk menopang harga.

OPEC mengekspor 25,92 juta barel per hari (bpd) pada bulan Juni, 450.000 bpd di atas Mei dan 1,9 juta bpd lebih dari tahun sebelumnya.

Meskipun ada persediaan yang cukup banyak, para pedagang mengatakan bahwa harga terpengaruh risiko keamanan global menyusul uji coba rudal berulang Korea Utara dan krisis politik antara Qatar dan sebuah aliansi negara-negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Analis menyatakan risiko geopolitik yang meningkat memberikan beberapa dukungan terhadap harga emas dan minyak.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi bergerak naik jika kekuatiran geopolitik terus meningkat. Harga minyak mentah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Resistance 47,50-$ 48,00, dan jika harga turun akan menembus kisaran Support $ 46,50-$ 46,00.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here