Aksi Jual Global Tekan Arus Bursa Asia Pasifik

528

Pasar saham Asia mengikuti aksi jual global di tengah turunnya imbal hasil obligasi dikarenakan adanya rencana bank sentral yang akan meningkatkan pembicaraan mengenai kondisi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Obligasi di Asia bergabung dalam kekalahan yang mendorong yield Jerman ke level tertinggi 18-bulan. Yen turun setelah Bank of Japan mengumumkan operasi pembelian obligasi imbal hasil tetap untuk membatasi kenaikan yield.

Sementara data ADP Research Institute menunjukkan perusahaan menambahkan lebih sedikit pekerja ke payroll A.S. pada bulan Juni dibandingkan bulan sebelumnya, sebuah tanda kejutan dari data ekonomi minggu yang membuat lonjakan terbesar sejak Maret. Ketidakpastian seputar kebijakan pemerintah A.S. mungkin menghambat pertumbuhan ekonomi karena dampak negatifnya pada investasi bisnis, demikian pernyataan Wakil Ketua Federal Reserve, Stanley Fischer.

KTT G-20 di Hamburg dimulai pada hari Jumat ini. Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan mengadakan pertemuan pertamanya dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin dan juga bertemu dengan rekannya dari Tiongkok Xi Jinping.
Hari Jumat ini, Departemen Tenaga Kerja AS juga akan melaporkan angka pekerjaan resmi. Majikan Amerika Serikat mungkin menambahkan sekitar 175.000 pekerja barupada bulan Juni dan pertumbuhan upah diperkirakan akan menguat, konsisten dengan pasar tenaga kerja yang lebih solid.
Laporan kebijakan moneter Fed akan dipresentasikan ke Kongres oleh Ketua Fed, Janet Yellen minggu depan.

Obligasi

Hasil imbal 10 tahun Australia naik tujuh basis poin menjadi 2,71 persen pada pukul 10:31 pagi di Tokyo, maju untuk hari ketiga, namun untuk imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang turun kurang dari satu basis poin.
Imbal hasil pada Treasuries 10 tahun juga naik satu basis poin menjadi 2,38 persen, setelah naik empat basis poin pada hari Kamis.
Hasil 10 tahun Jerman naik sembilan basis poin menjadi 0,56 persen pada hari Kamis, sementara imbal hasil 10 tahun Perancis naik 10 basis poin.

Saham

Indeks Topix Jepang turun 0,2 persen. Indeks S & P / ASX 200 Australia kehilangan 1,3 persen. Kospi Korea Selatan turun 0,2 persen.
Hang Seng Hong Kong turun 0,4 persen dan indeks Hang Seng China Enterprises turun 0,5 persen.
Kontrak pada indeks S & P 500 naik 0,1 persen. Pengukur yang mendasari turun 0,9 persen pada hari Kamis. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,7 persen.

Komoditi

Harga minyak West Texas Intermediate anjlok 1,4 persen menjadi $ 44,89 per barel, lebih banyak dari pada kenaikan pada hari Kamis yang 0,9 persen. Minyak turun 2,6 persen untuk minggu ini, setelah melompat 7 persen minggu lalu.
Harga emas tergelincir 0,3 persen menjadi 1.221,26 per ounce. Logam mulia turun 1,6 persen selama seminggu, bersiap untuk kinerja terburuk sejak awal Mei.

Mata uang

Yen diperdagangkan pada 113,53 per dolar, turun 0,3 persen setelah naik 0,1 persen sebelumnya. Dolar Australia bergerak datar setelah empat hari turun, sementara dolar Selandia Baru naik 0,2 persen.
Indeks Spot Bloomberg Dollar naik kurang dari 0,1 persen setelah turun 0,3 persen pada hari Kamis.

Selasti Panjaitan/ VMN/VBN/ Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here