US Dollar di Dua Bulan Tertingginya vs Yen, Rupiah Ikut Tertekan

624
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Forex) – Mata uang US dollar bangkit ke level dua bulan tertingginya terhadap yen Jepang pada hari Kamis ini (21/9) setelah signal yang jelas dari Federal Reserve yang meningkatkan harapan pasar bahwa akan terjadi kenaikan suku bunga the Fed pada Desember nanti.

Setelah pertemuan dua hari the Fed masih mempertahankan suku bunganya dan memberikan signal bahwa masih mungkin untuk adanya kenaikan suku bunga satu kali lagi di akhir tahun walaupun inflasi cenderung rendah belakangan ini.

Dollar hari ini sempat bertengger di level dua bulan tertingginya di 112.725 yen. Pada malam ini waktu WIB terlihat agak tergerus ke level 112.300 yen, masih menguat sekitar 0.3 persen disbanding tutup pasar sebelumnya.

Kamis malam WIB ini indeks US dollar di level 92.35, naik dari posisi tutup pasar dua hari lalu di 91.28. Sementara itu, mata uang rupiah terhadap dollar ada di level Rp13,277, dalam bias melemah setelah sempat menguat tajam sampai Rp13,118 di minggu lalu.

Analis pasar menyebutkan bahwa jika data tenaga kerja di Amerika kuat dengan tingkat pengangguran yang rendah, sangat mungkin kenaikan bunga terjadi di Desember ini, yang memberikan potensi penguatan dollar kembali. Selama ini, dengan indeks dollar yang cenderung merosot, maka ada cukup ruang untuk dollar menanjak kembali.

Analis Vibiznews melihat bahwa USDJPY masih mungkin menguat mengarah ke 112.85, bisa juga sampai menyentuh level 113 kembali. Demikian juga rupiah bisa melemah lagi ke level Rp13,305 terhadap dollar. Namun, bagaimanapun investor perlu menyimak perkembangan situasi geopolitik seperti di Semenanjung Korea yang sewaktu-waktu dapat membalikkan keadaan dengan investor global memburu lagi yen sebagai mata uang safe-haven.

 

Analis: J. John

Editor: J. John

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here