Bursa Wall Street Kembali Cetak Rekor Tertinggi

490

Bursa Saham A.S. ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu dinihari (04/10), membangun penguatan kuat dari sesi sebelumnya.

Indeks Dow Jones naik 84,07 poin menjadi 22.641,67, membuat rekor intraday dan penutupan, dengan 3M memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan tersebut. Indeks 30-saham ini juga membukukan kenaikan lima hari beruntun.

Indeks S & P 500 berakhir 0,2 persen lebih tinggi di 2.534,58 dan mencatat rekor; itu juga naik untuk sesi keenam berturut-turut. Saham maskapai penerbangan Delta dan United Continental adalah pemain terbaik di S & P, masing-masing maju 6,6 persen dan 6,1 persen.

Indeks Nasdaq naik 0,2 persen menjadi ditutup pada 6.531,71, dan juga mencapai rekor tertinggi.

Saham mencatat rekor tertinggi di seluruh papan pada hari Senin, dipimpin oleh kenaikan kuat dalam perawatan kesehatan dan keuangan.

Sementara beberapa pakar di Wall Street telah menyatakan keprihatinannya atas valuasi ekuitas, miliarder Warren Buffett mengatakan bahwa mereka masuk akal mengingat di mana tingkat suku bunga. Buffett mengatakan bahwa suku bunga telah menjadi “faktor kuat” dalam nilai ekuitas.

Federal Reserve telah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini, dengan sebagian besar investor memperkirakan kenaikan suku bunga ketiga pada bulan Desember, menurut alat FedWatch CME Group.

Imbal hasil Treasury jatuh pada hari Selasa. Hasil jangka pendek dua tahun turun menjadi 1,47 persen, sementara imbal hasil benchmark 10 tahun turun menjadi 2,33 persen.

Dalam berita ekonomi, data penjualan bulanan otomatis dirilis. General Motors, Ford, dan Fiat Chrysler termasuk di antara pembuat mobil yang melaporkan penjualan yang lebih baik dari perkiraan.

Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan oleh EIA, yang diindikasikan menurun. Jika terealisir akan menguatkan harga minyak mentah.

Malam nanti juga akan dirilis data ekonomi ADP Employment Change September AS yang diindikasikan menurun. Juga akan dirilis data ISM Non Manufacturing PMI September AS yang diindikasikan naik sedikit. Sedangkan data Markit Services & Composite PMI Final September diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street dapat bergerak mixed merespon mixednya data ekonomi dan pergerakan minyak mentah.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here