Sterling Tergelincir ke Tiga Minggu Terendahnya, Terhadang Ketidakpastian Politik

698

(Vibiznews – Forex) – Mata uang poundsterling Inggris terpantau tergelincir setengah persen ke posisi terendah tiga minggunya terhadap dolar dan euro pada perdagangan hari Kamis ini, karena para investor khawatir akan kemampuan Perdana Menteri Theresa May untuk bertahan dalam kekuasaan setelah pidato yang ditanggapi secara buruk hari sebelumnya. Pada Kamis malam WIB ini pound jatuh setengah persen ke level $1,3155, posisi terlemah sejak 14 September (5/10).

May dikabarkan ingin menggunakan konferensi tahunan Partai Konservatif untuk menempatkan dirinya sebagai satu-satunya orang yang mampu merealisasikan Brexit. Namun sebaliknya, tawaran PM untuk menegaskan kembali kewibawaannya malah berkurang dirusak oleh pidatonya yang terganggu oleh batuk yang berulang-ulang, dan bahkan surat-surat slogannya jatuh dari panggung.

Analis pasar menyebutkan bahwa pidato tersebut telah diterima dengan buruk, yang akan meningkatkan spekulasi mengenai tantangan kepemimpinan May dalam waktu dekat. Ketidakpastian ini bisa menekan pound, jelas ekonom mata uang dari MUFG, London, sebagaimana dilansir dari Reuters hari ini (5/10).

Meskipun demikian, analis pasar menambahkan bahwa data ekonomi Inggris menunjukkan pertumbuhan cukup solid bagi Bank of England untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya bulan depan, hal yang akan memberikan dukungan untuk pound.

Setelah mencapai level tertinggi terhadap dolar sejak hasil pemungutan suara tahun lalu untuk Brexit dengan ekspektasi bahwa BoE memang akan bergerak pada bulan November, sterling telah turun kembali lebih dari 3 persen dalam dua minggu terakhir karena kekhawatiran akan kurang solidnya pemerintahan. dan kekhawatiran tentang pengaruh Brexit terhadap ekonomi.

Pound juga telah tertekan oleh komentar dari lembaga pemeringkat Standard & Poor’s, yang mengatakan bahwa “agak skeptis” kalau ekonomi Inggris memerlukan kenaikan suku bunga segera, dan komentar yang tegas (hawkish) dari BoE dirancang untuk mengangkatsterling dan mendinginkan inflasi.

Sementara ini, para investor global juga mengawasi keluarnya berita terbaru dari Bank Sentral Eropa yang mungkin akan menggerakan pasar berikutnya.

Analis Vibiznews melihat bahwa pound sedang dalam tekanan sentimen negatif sehingga bisa menarik sampai di bawah level $1.30.  Statement yang kuat kembali dari pimpinan BOE untuk rencana kenaikan suku bunga akan mungkin untuk mengangkat kembali poundsterling.

 

Source: Reuters

Analis: J. John

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here