Kapolri : Tidak Perlu Ragu Berinvestasi di Indonesia

680

(Vibiznews – IDX) PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pada hari Senin (20/11) menyelenggarakan sharing session kepada para pemakai jasa KSEI. Mengusung tema Indonesia 2018 – Sailing Through Economic and Political Tide,  di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Pada kesempatan itu Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Tito Karnavian menyampaikan bahwa Indonesia berpotensi menjadi negara dominan dengan pertumbuhan ekonomi diatas 5% serta adanya stabilitas keamanan dan politik. Demokrasi yang baik akan menciptakan check and balance, persoalan yang harus diwaspadai adalah demokrasi kebablasan yang kemudian diterjemahkan boleh berbuat apa saja sehingga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan politik.

Kapolri mengingatkan dalam menghadapi Pilkada, para kontestan politik diminta jangan menjual isu SARA, namun lebih kepada program kerja agar tidak mengoyak keberagaman. Polri dan TNI solid dalam menjaga keamanan dan stabilitas politik di Indonesia. “Investor tidak perlu ragu berinvestasi di Indonesia.”, demikian tegas Kapolri.

Sebelumnya Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia para pelaku usaha harus memperhatikan aspek ekonomi, dan politik dalam negeri. “Kita sebagai pelaku juga harus mengetahui update terbaru dalam kedua aspek ini.” Kata Friderica. Friderica juga manyampaikan kinerja KSEI dan program kerja utama, seperti e-voting, dan update pertumbuhan Single Investor Identification (SID), total aset yang tercatat di sistem C-BEST KSEI dan beberapa kinerja lainnya.

Sedangkan Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2A OJK Yunita Linda Sari  berharap pelaku pasar dapat meningkatkan kinerjanya guna mendukung perkembangan pasar modal dalam menghadapi tantangan global.

Pada sharing session berikutnya. Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gajah Mada, A. Tony Prasentiantono, economic outlook di tahun 2018 dengan judul ‘Perekonomian Indonesia 2018 di Kerumunan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Uncertainty)’.

Tony menyampaikan ada beberapa hal positif yang dapat membuat pertumbuhan ekonomi 2018 lebih tinggi yakni 5,3%, antara lain stabilitas harga komoditas, stabilitas rupiah, peningkatan investasi, capital inflows dan inflasi yang tetap rendah. Tony memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih bisa meningkat ke level 6-7% di kemudian hari karena saat ini pemerintah tengah giat membangun infrastruktur yang dampaknya baru dapat dirasakan kelak. Perkembangan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini juga menunjukan optimisme pasar terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Sedangkan dari sisi politik, Direktur Eksekutif Charta Politica Indonesia Yunarto Wijaya menyampaikan pemaparan bertajuk ‘Politik Indonesia 2017 – 2018: Antara Kontestasi dan Konsesi’. Berdasarkan hasil survei yang disampaikan oleh Yunarto, secara umum masyarakat puas dengan kinerjapemerintahan Jokowi – JK. Hasil Survei Nasional pada September 2017 memberikan skor 68%, sedangkan pada survei Kompas diperoleh skor 70,6%. Survei Kompas juga menunjukkan bahwa 55% responden menyatakan puas dengan kinerja pemerintah di bidang ekonomi. Yunarto menyatakan kondisi politik dalam negeri yang stabil dapat memberikan kepercayaan kepada investor, khususnya bagi investor asing.

Herwantoro/VMN/VBN/Journalist 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here