Pasar Asia Siap Turun Imbas Anjloknya Indeks Teknologi Nasdaq

204

(Vibiznews – Index) -Saham Asia siap turun mengikuti pelemahan Wallstreet yang dipicu oleh aksi jual saham-saham di sektor teknologi.

Indeks S & P 500 anjlok sebesar 0,9 persen dan indeks teknologi tinggi Nasdaq turun 1,05 persen karena sentimen negatif para investor terhadap saham-saham perusahaan teknologi karena banyaknya catatan-catatan terhadap laporan kinerja keuangannya untuk tahun tahun ini.

Saham Australia dibuka melemah, sementara indeks saham berjangka turun di Jepang dan Hong Kong dan dolar naik di tengah optimisme tentang reformasi pajak.

Pound melemah setelah pembicaraan antara Inggris dan Uni Eropa gagal menghasilkan kesepakatan mengenai negosiasi Brexit dengan perbatasan Irlandia yang masih bertahan.

Berikut adalah beberapa peristiwa penting yang dihadapi pasar dalam beberapa hari mendatang:

Data komposit dan layanan PMI Caixin dijadwalkan setelah masing-masing berada di 51 dan 51,2 pada bulan Oktober.
PMI India juga jatuh tempo, merupakan data kunci sebelum keputusan suku bunga bank sentral.
Australia memperbarui penjualan ritel Oktober dan rekening giro kuartal ketiga pada hari Selasa.
Komisi Komisioner Komisi Eropa membahas negosiasi yang berkaitan dengan Brexit pada hari Rabu dan kemungkinan akan membuat kemajuan untuk masa depan UE dan Inggris.
Negara lain yang menetapkan kebijakan moneter minggu ini antara lain Brazil, Kanada, dan Polandia.

Saham

Indeks berjangka S & P 500 sedikit berubah pada pukul 8:04 pagi di Tokyo. Indeks utama ini turun 0,1 persen pada penutupan bursa Wallstreet hari Selasa dini hari tadi demikian juga dengan Indeks Komposit Nasdaq, turun 1,1 persen.
Indeks berjangka Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 0,7 persen. Kontrak Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,4 persen.
Indeks S & P / ASX 200 Australia turun 0,6 persen.

Mata Uang

Yen anjlok 0,1 persen menjadi 112,47 per dolar, euro stabil di $ 1,1869 dan pound berada di $ 1,3475.

Obligasi

Imbal hasil pada Treasuries 10 tahun naik satu basis poin menjadi 2,37 persen setelah sebelumnya mendaki sebanyak enam basis poin sementara imbal hasil 10 tahun Australia turun satu basis poin menjadi 2,53 persen.

Komoditi

Minyak mentah West Texas Intermediate naik tipis menjadi $ 57,43 per barel setelah merosot 1,5 persen.
Emas diperdagangkan pada $ 1,276.57 per ounce.

Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here