Harga Gula ICE Terangkat Lemahnya Dolar AS

417

(Vibiznews – Commodity) Harga gula berjangka ICE ditutup naik pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Kamis dinihari (14/12). Harga komoditas ini mengalami penguatan terdukung pelemahan dollar AS.

Dolar AS melemah pada akhir perdagangan Kamis dinihari (14/12) setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 0,25 persen dalam sebuah langkah yang sudah diperkirakan, namun membuat prospek suku bunga untuk tahun-tahun depan tidak berubah.

Dolar AS juga melemah setelah data harga konsumen menunjukkan inflasi yang lesu, menambah kekhawatiran Federal Reserve akan kurang mampu melakukan kenaikan suku bunga beberapa tahun depan.

Melemahnya dolar AS membuat komoditas gula yang berbasis dolar ini menjadi lebih murah dalam mata uang lainnya.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2018 terpantau naik. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,08 sen atau setara dengan 0,58 persen pada posisi 13,85 sen per pon.

Malam nanti akan dirilis data Retail Sales AS, juga data Markit Manufaktur, Services, Composite November, yang semuanya diindikasikan meningkat. Jika terealisir menguatkan dolar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi lemah jika penguatan dollar AS terjadi. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 13,30 sen dan 12,80 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 14,30  sen dan 14,80 sen.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here