Sri Mulyani Paparkan Risiko dan Penggerak Ekonomi Indonesia Tahun 2018

500

(Vibiznews – Economy) Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mengalami peningkatan pada tahun 2017 ini. Dimulai pada kuartal pertama 5,01 persen. Pada kuartal kedua stabil pada 5,01 persen, dan pada kuartal ketiga mengalami peningkatan mencapai 5,06 persen. Bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun mendatang?

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara Investor Gathering di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/12/2017), memberikan gambaran perekonomian Indonesia pada tahun mendatang, baik untuk risiko yang perlu diwaspadai yang dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia, juga faktor yang dapat menggerakkan ekonomi Indonesia.

Risiko Yang Mempengaruhi Ekonomi Indonesia

Sri Mulyani menyatakan risiko yang mempengaruhi perekonomian Indonesia adalah kebijakan ekonomi global, khususnya negara-negara besar.

Yang pertama terkait perubahan arah perekonomian Tiongkok. Restrukturisasi perekonomian di Tiongkok yang sekarang terus menghadapi trade off antara stabilitas dan kontinuitas atau sustainability dengan kemampuan mereka menyesuaikan komposisi pertumbuhan ekonomi. Balancing yang dilakukan Tiongkok akan mempengaruhi seluruh dunia

Yang kedua adalah kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang dipengaruhi oleh kebijakan ketua The Federal Reserve AS yang baru terkait perkembangan suku bunga AS dan pertumbuhan ekonomi. Demikian juga kebijakan pemerintah AS yang sedang menyusun kebijakan baru dalam reformasi perpajakan, akan mempengaruhi perkembangan ekonomi.

Yang ketiga, risiko global yang masih membayangi berasal dari ekonomi negara-negara di Eropa yang secara politik jauh dari stabil. Seperti Jerman yang ekonominya stabil namun sampai saat ini belum mampu membentuk pemerintahan yang baru pasca pemilu, serta Brexit yang sudah terjadi.

Aktifitas Penggerak Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menekankan beberapa kegiatan di tahun 2018 yang dapat memberikan dampak yang baik terhadap perekonomian nasional, yaitu :

Pelaksanaan Asian Games 2018 di DKI Jakarta dan Palembang, dimana akan banyak dana yang dibelanjakan para kontestan dan juga tamu yang hadir sepanjang gelaran itu

Pilkada serentak yang berlagsung, karena merupakan proses politik terbuka, maka akan memberikan dampak pada belanja terkait politik yang dilakukan para kandidat dan partai pendukungnya.

Pertemuan IMF-World Bank 2018. yang akan berlangsung pada Oktober 2018 diperkirakan juga mampu memberikan kontribusi positif . Apalagi dengan situasi Gunung Agung dipastikan sudah aman, sehingga kehidupan pariwisata di Bali bisa berjalan normal.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here