Catalonia Kembali Tekan Bursa Eropa

285

(Vibiznews – Index) – Saham-saham di Eropa mundur pada hari Rabu setelah sesi mixed di Asia. Saham Telecom dan real estat memimpin penurunan Indeks Stoxx Europe 600, dengan ekuitas Spanyol berkinerja buruk sebelum jajak pendapat di Catalonia hari Kamis besok.

Sebelumnya, indeks Topix Jepang ditutup ke level tertinggi sejak November 1991, sementara saham di Hong Kong dan Tiongkok turun. Imbal hasil obligasi Eropa Tengah meningkat bahkan karena imbal hasil Treasury AS turun tipis setelah lonjakan kemarin, dipicu oleh komentar hawkish dari bank sentral.

Senat AS menyetujui undang-undang pemotongan pajak dalam pemilihan partai 51-48, membawa Presiden Donald Trump ke ambang kemenangan legislatif pertamanya. RUU tersebut sekarang beralih ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendapatkan suara akhir pada hari Rabu. Tarif pajak individual ditetapkan untuk turun, langkah-langkah tersebut sebagian besar diantisipasi untuk menambah pertumbuhan selama satu atau dua tahun ke depan, meski akan memperlebar defisit anggaran.

Inggris dan Amerika akan menerbitkan perkiraan terbaru PDB kuartal ketiga.
Bank of Japan bertemu pada hari Kamis untuk menetapkan kebijakan moneter.
Catalonia akan menyelenggarakan pemilihan umum awal pada hari Kamis besok yang akan mengajukan sebuah tes untuk perpecahan wilayah Spanyol.

Saham
Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,2 persen pada pukul 11:46 waktu London.
Indeks FTSE 100 dari Inggris turun 0,2 persen.
Indeks DAX Jerman turun 0,3 persen.
Indeks Topix Jepang naik 0,3 persen pada penutupan di Tokyo, sementara Nikkei 225 Stock Average naik 0,1 persen.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,1 persen sementara Shanghai Composite Index turun 0,3 persen.
S & P / ASX 200 Australia naik 0,1 persen.

Obligasi

Dipasar obligasi, imbal hasil pada Treasuries 10 tahun AS turun satu basis poin menjadi 2,46 persen, retret pertama dalam seminggu. Namun imbal hasil 10 tahun Jerman naik dua basis poin menjadi 0,40 persen, tertinggi dalam lima minggu demikian juga dengan imbal hasil 10 tahun Inggris naik tiga basis poin menjadi 1,148 persen, tertinggi dalam lebih dari seminggu.

Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here