Fitch Menaikkan Peringkat Utang RI ke BBB, Outlook Stabil; Semakin Tahan Guncangan Eksternal

321

(Vibiznews – Economy) – Fitch Ratings telah meningkatkan peringkat utang jangka panjang Indonesia dalam mata uang asing dan lokal, atau Issuer Default Ratings (IDR), ke ‘BBB’, dari peringkat ‘BBB-‘, dengan outlook adalah stabil, demikian rilis dari Reuters hari ini (21/12).

Peningkatan IDR Indonesia disebabkan beberapa pemicu utama, di antaranya: ketahanan Indonesia terhadap guncangan eksternal terus menguat dalam beberapa tahun terakhir, dengan kebijakan makroekonomi yang secara konsisten diarahkan untuk menjaga stabilitas.

Kebijakan nilai tukar yang lebih fleksibel sejak pertengahan 2013 telah membuat cadangan devisa membengkak menjadi USD126 miliar pada November 2017, mencapai posisi tujuh bulan kewajiban pembayaran neraca berjalan, dibandingkan dengan rata-rata negara peringkat ‘BBB’ yang dalam posisi enam bulan. Selain itu, kebijakan moneter telah cukup disiplin untuk membatasi volatilitas arus modal keluar volatil selama periode yang sedang bergejolak.

Langkah-langkah kehati-hatian makro dinilai telah membantu menekan kenaikan tajam utang luar negeri perusahaan, sementara pendalaman keuangan telah berjalan bertepatan dengan stabilitas pasar yang membaik.

Fokus pada stabilitas makro juga terlihat dalam asumsi anggaran yang kredibel dalam beberapa tahun sebelumnya.

Ketahanan ekonomi Indonesia telah membaik, namun tantangan eksternal tetap ada, termasuk potensi tekanan pasar yang muncul dalam konteks normalisasi kebijakan Federal Reserve AS.

Ketergantungan Indonesia terhadap komoditas masih relatif tinggi dan utang luar negeri (bersih dan kotor masing-masing 166% dari penerimaan neraca berjalan; sementara median ‘BBB’: 130%) tetap meningkat dibandingkan dengan kelompok di ‘BBB’.

Secara domestik, kemungkinan riuh politik menjadi gangguan bagi pembuatan kebijakan ekonomi menjelang pemilihan daerah 2018 dan pemilihan presiden 2019 merupakan risiko atas dorongan reformasi yang kuat dan dapat merusak sentimen pasar domestik dan asing.

Dorongan reformasi struktural yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki lingkungan bisnis yang masih menantang. Pelaksanaan langkah-langkah untuk mengurangi persyaratan prosedural dan izin bisnis telah meningkatkan secara tajam posisi Indonesia dalam peringkat Kemudahan Usaha Bank Dunia ke posisi 72 dari 190 negara; naik 37 level dalam dua tahun terakhir.

Reformasi tersebut nampaknya berkontribusi terhadap keuangan eksternal yang lebih kuat, dengan investasi asing langsung (FDI) meningkat dalam kuartal terakhir hingga Fitch memperkirakan FDI bersih untuk menutupi defisit transaksi berjalan selama beberapa tahun ke depan.

Fitch memperkirakan pertumbuhan PDB akan meningkat menjadi 5,4% di tahun 2018 dan 5,5% pada 2019, dari 5,1% di tahun 2017. Indonesia diuntungkan dari pulihnya perdagangan global dan stabilnya harga komoditas.

Investasi juga disebutkan telah diatur untuk mendapatkan momentum lebih lanjut dengan belanja infrastruktur publik yang lebih tinggi, biaya pinjaman yang lebih rendah dan pelaksanaan reformasi struktural. Beban utang pemerintah yang rendah sebesar 28,5% dari PDB pada tahun 2017, seperti yang diharapkan oleh Fitch, sebanding dengan median ‘BBB’ sebesar 41,1%.

Pemerintah mematuhi batas defisit anggaran yang ditetapkan sendiri sebesar 3% dari PDB, yang telah membantu menjaga kepercayaan investor di Indonesia selama masa turbulensi pasar.

Target defisit 2018 sebesar 2,2% dari PDB menunjukkan pendekatan konservatif, memberikan kelonggaran terhadap tekanan anggaran pada tahun pemilihan 2018 dan 2019.

 

Source: Reuters

Editor: J. John

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here