Bursa Wall Street Cetak Rekor Lagi; Dow Jones Tembus 26.000

393

(Vibiznews – Index) Bursa Saham AS diperdagangkan lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis dinihari (18/01) menyusul rilis hasil kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan dari beberapa perusahaan besar A.S.

Indeks Dow Jones naik 322,79 poin, ditutup di atas 26.000 untuk pertama kalinya. Indeks tersebut pertama kali menembus angka milestone pada hari Selasa.

Indeks S & P 500 naik 0,9 persen menjadi berakhir pada 2.802,56, dengan staples dan teknologi naik lebih dari 1 persen. Indeks juga membukukan rekor penutupan. Sektor Teknologi mendapat dorongan dari Apple, yang menghapus kerugian setelah mengumumkan rencana untuk memulangkan miliaran uang di luar negeri. Saham ditutup 1,7 persen lebih tinggi.

Indeks Nasdaq naik 1 persen menjadi berakhir pada 7.298,28, sebuah rekor.

Bank of America melaporkan laba kuartalan yang disesuaikan yang melampaui perkiraan analis. A.S. Bancorp juga membukukan hasil yang lebih baik dari perkiraan.

Musim penghasilan memulai awal yang kuat sejauh ini. Dari perusahaan S & P 500 yang telah melaporkan pada hari Rabu, 78 persen telah melampaui perkiraan pendapatan per saham, sementara 89 persen telah mengalahkan ekspektasi pada lini teratas, menurut Nick Raich, CEO The Earnings Scout.

Bursa saham ditutup melemah pada hari Selasa setelah pembalikan tajam dari tingkat rekor. Dow ditutup naik 10 poin lebih rendah setelah naik sebanyak 283 poin dan menembus di atas 26.000 untuk pertama kalinya.

Pembalikan tersebut terjadi karena kekhawatiran akan adanya penutupan pemerintah yang semakin membayang di benak investor. Kongres perlu mengeluarkan tagihan pengeluaran pada akhir Jumat untuk menghindari penutupan pemerintah.

Di tempat lain, saham Juno Therapeutics melonjak 51,8 persen lebih tinggi setelah The Wall Street Journal melaporkan perusahaan tersebut sedang dalam pembicaraan untuk diakuisisi oleh Celgene.

Malam nanti akan dirilis data perumahan Housing Starts dan Building Permits Desember AS yang diindikasikan menurun. Sedangkan data jobless claim mixed.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street akan bergerak lemah jika data perumahan terealisir menurun.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here