Harga Emas Turun Terganjal Kekuatan Dolar AS

358

(Vibiznews – Commodity) Harga emas turun pada akhir perdagangan Kamis dinihari (18/01), dengan dolar AS yang lebih kuat membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas spot LLG berakhir turun 0,86 persen pada $ 1,326.08 per ons.

Harga Emas berjangka A.S. untuk pengiriman Februari turun 0,07 persen pada $ 1,336.20.

Harga emas telah meningkat sekitar 8 persen sejak pertengahan Desember, dibantu oleh melemahnya dolar ke level terendah tiga tahun terhadap sekeranjang mata uang utama.

Namun euro memberikan kenaikan tertinggi tiga tahun terhadap dolar pada hari Rabu setelah komentar dari pejabat Bank Sentral Eropa menyarankan agar mereka khawatir dengan kekuatan mata uang tunggal Eropa.

Namun, risiko bahwa harga saham global bisa turun dari rekor tertinggi dan pertumbuhan yang kuat di seluruh dunia bisa memicu inflasi akan mendukung emas dalam jangka panjang, katanya.

Taruhan dana pada harga emas yang lebih tinggi telah melonjak, dengan posisi net net investor naik ke hampir 200.000 kontrak dari kurang dari 80.000 pada pertengahan Desember.

Namun mereka menambahkan bahwa net long masih hanya 36 persen dari total posisi terbuka dan bisa meningkat lebih jauh, yang akan membantu mendorong harga lebih tinggi.

Di logam mulia lainnya, perak turun 0,51 persen pada $ 17,105 per ons sementara platinum naik 0,55 persen menjadi $ 1,003.80 setelah menyentuh level tertinggi sejak 8 September di $ 1.006,60.

Palladium naik 0,73 persen pada $ 1,102, mendekati rekor tertinggi $ 1,138 pada hari senin.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas berpotensi turun jika penguatan dolar AS berlanjut. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 1,324-$ $ 1,322, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,328-$ 1,330.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here