Rebound Dollar Diuntungkan Rekor Yield Obligasi AS

347

Mengakhiri perdagangan forex awal pekan hari Senin (29/01) beberapa jam lalu, dollar AS yang memiliki pijakan positif sejak sesi Asia berhasil mencetak keuntungan dari rival-rival utamanya. Tenaga rebound dollar semakin kuat masuki sesi Amerika oleh kenaikan imbal hasil obligasi A.S. dan sentimen positif para pelaku pasar menanti pertemuan kebijakan Federal Reserve serta data laporan lapangan kerja  AS.

Yield atau imbal hasil obligasi AS naik ke level tertinggi lebih dari tiga tahun setelah komentar dari pejabat Bank Sentral Eropa yang menambah harapan bahwa bank sentral secara global akan mengurangi stimulus karena prospek ekonomi membaik. Imbal hasil obligasi 10 tahun naik menjadi 2,71 persen, tertinggi sejak awal 2014.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap banyak mata uang utama lainnya naik 0,38 persen menjadi 89,41, rebound dari posisi kerugian dalam enam minggu berturut-turut. Terhadap rivalnya, euro turun 0,38 persen dan poundsterling Inggris turun 0,75 persen.

Posisi keuntungan dollar AS di sesi Amerika terjadi oleh profit taking yang cukup besar pelaku pasar yang sebelumnya telah membeli EURUSD cukup banyak. Rilis data ekonomi juga memberikan dorongan untuk lakukan profit taking, dimana terdapat sebuah laporan Departemen Perdagangan mengatakan bahwa belanja konsumen A.S. meningkat tajam pada bulan Desember, namun penghematan turun ke level terendah 10 tahun.

Sebagai penggerak pasar malam ini, akan dirilis data consumer confidence oleh CB. Data ini dapat saja menambah kekuatan dollar AS karena diperkirakan data akan menunjukkan peningkatan nilai dari periode bulan sebelumnya.

Jul Allens/VMN/VBN/Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group 
Editor : Joel H

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here