USDJPY Akhir Januari Tetap Kuat Meski Dollar AS Tertekan

253
Vibizmedia Photo

Penurunan indeks dollar hingga perdagangan akhir bulan Januari hari Rabu (31/01) tidak membuat perdagangan pair USDJPY kendor, bahkan sempat melambung tinggi di atas 109 pada sesi Asia karena Bank of Japan (BoJ) meningkatkan pembelian obligasi tenor 3-5 tahun sebesar JPY30 miliar menjadi 330 miliar. Ini adalah pertama kalinya sejak bulan Juli bahwa BoJ meningkatkan pembelian obligasinya.

Korelasi antara USDJPY dengan perdagangan dollar AS telah turun sehingga memperpanjang aksi jual yen Jepang yang mendapat sentimen negatif dari ketidakpastian mengenai kepemimpinan BoJ di masa depan. Dan buruknya sentimen untuk perdagangan dollar hari ini akan sulit menekan pair USDJPY.

Pada sesi Amerika beberapa saat lagi akan dirilis data ADP employment change yang dapat menekan posisi dollar AS di pasar spot. Data tersebut diperkirakan akan menunjukkan posisi yang lebih rendah dari periode sebelumnya.

Kekuatan pair USDJPY juga mendapat kekuatan dari rekor yield obligasi pemerintah AS yang berada pada posisi 2,71%, posisi tertinggi sejak tahun 2014. Yield atau imbal hasil obligasi AS naik ke level tertinggi lebih dari tiga tahun setelah komentar dari pejabat Bank Sentral Eropa yang menambah harapan bahwa bank sentral secara global akan mengurangi stimulus karena prospek ekonomi membaik.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here