BI Dukung Peluncuran Market Code of Conduct (MCOC)

301

(Vibiznews – Banking) – Mengingat makin banyaknya instrument pasar keuangan dan makin besar pengaruh global terhadap transaksi di pasar keuangan maka Bank Indonesia memandang perlu untuk mendukung peluncuran code of conduct baru di pasar keuangan, dikenal dengan Market Code of Conduct (MCOC), oleh Indonesia Foreign Exchange Market Committee (IFEMC) pada hari Rabu (31/1) di Bank Indonesia, Jakarta. MCOC yang baru tersebut telah mengadopsi code of conduct pasar keuangan global (FX Global Code). Peluncuran tersebut menunjukkan pasar keuangan Indonesia yang semakin matang dan siap menjadi portal keuangan di masa yang akan datang.

Kebutuhan penyusunan MCOC antara lain muncul dari perkembangan pasar keuangan internasional dalam beberapa tahun terakhir. Dengan maraknya misconduct yang disebabkan belum optimalnya penerapan code of conduct oleh pelaku pasar, kepercayaan terhadap pasar keuangan pun berkurang. Untuk mengembalikan kepercayaan tersebut, inisiatif datang dari regulator untuk menyusun single global code of conduct bagi pelaku pasar valuta asing global (FX Global Code).

Untuk menjawab kebutuhan penguatan kredibilitas di pasar domestik, Market Code of Conduct selalu dikinikan sesuai dengan standar global yang berlaku. Sebelumnya, telah diluncurkan MCOC versi pertama yang diterbitkan pada bulan Mei 2014 dan MCOC versi kedua yang telah mengadopsi The Model Code ACI International yang dilakukan pada bulan Mei 2016 oleh IFEMC dan Bank Indonesia. Peluncuran MCOC yang terbaru telah memenuhi best practice internasional. Dalam hal ini, Indonesia dinilai mampu menyelesaikan adopsi tersebut lebih awal dari yang diharapkan, sementara banyak negara yang masih dalam proses untuk mengadopsi FX Global Code.

Sehubungan dengan penguatan kredibilitas pelaku pasar, pada tahun 2017 BI telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia No.19/5/PBI/2017 tentang Sertifikasi Tresuri dan Penerapan Kode Etik Pasar dan Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 19/5/PADG/2017 tentang Pelaksanaan Sertifikasi Tresuri dan Penerapan Kode Etik Pasar. Regulasi tersebut bertujuan untuk mendorong pelaku pasar valas dan pasar uang untuk memiliki sertifikasi. di sisi lain, bank maupun lembaga keuangan juga diwajibkan untuk menginternalisasikan kode etik di dalam prosedur aktivitas tresuri. Pemenuhan kewajiban memiliki sertifikasi tresuri tersebut mulai berlaku pada tahun 2019 sesuai dengan fungsi yang dijalankan oleh pelaku pasar.

Ke depan, Indonesia akan menyiapkan langkah untuk terus menuju best practices dalam transaksi pasar keuangan. Dengan rekomendasi dari berbagai lembaga global seperti G20 dan Markets in Financial Instruments Directive (MiFID) II, Bank Indonesia terus mengambil langkah strategis dalam pengaturan pasar keuangan. Upaya yang dilakukan antara lain berupa pembentukan lembaga Central Counterparty (CCP) dan pengaturan trading venue. Hal ini diyakini dapat mendorong pendalaman pasar keuangan sebagai upaya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Sumber : Bank Indonesia

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business
Editor : Asido Situmorang

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here