Usaha Dollar AS Keluar Dari Pelemahan Mingguannya

326

Di hari terakhir perdagangan forex pekan ini, dollar AS berusaha untuk keluar dari pelemahan mingguannya melawan semua rival utamanya. Masuki sesi Asia hari Jumat (2/2) dollar mendapat untung dari profit taking rival utamanya yang mendapat sentimen positif dari obligasi AS.

Akhiri perdagangan sesi Amerika beberapa jam lalu yield obligasi pemerintah AS kembali mencapai posisi rekor, hal tersebut terlihat di sesi Asia pagi ini. Kuatnya sentimen dari beberapa data ekonomi yang dirilis semalam menambah kuat imbal hasil obligasi Amerika.

Imbal hasil pada obligasi Treasury Amerika Serikat tenor 10 tahun mencapai tingkat tinggi di level 2.797 persen pada awal Jumat, yang merupakan  tingkat tertinggi sejak April 2014.

Namun pergerakan kuat dollar AS tidak secepat yang diharapkan karena terganjal sentimen perkonomian di kawasan Eropa.  Sebuah survei pada hari Kamis menunjukkan bahwa manufaktur zona euro terus booming bulan Januari, mendukung harapan bahwa Bank Sentral Eropa berada di jalur untuk menormalisasi kebijakan moneternya.

Posisi euro turun tipis 0,1 persen pada pagi ini menjadi $ 1,2500, namun tetap berada dalam kisaran tertinggi 3 tahun terakhir di $ 1,2538. Untuk minggu ini, posisi euro naik 0,5 persen.  Terhadap mitra Jepang-nya, dolar sedikit lebih rendah pada hari ini di 109,38, bertahan di atas  108,28 yang terjadi seminggu lalu.

Untuk perdagangan hari ini hingga sesi malam, investor disajikan  laporan  nonfarm payroll AS pada bulan Januari sebagai petunjuk terbaru mengenai kekuatan pasar tenaga kerja AS. Data tersebut diperkirakan naik dari periode sebelumnya.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here