Saham Indonesia Kembali Kejalur Positif, Sektor Perbankan Dan Konsumsi Jadi Andalan

497

(Vibiznews – Idx Stocks) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berhasil kembali ke jalur positifnya. Tercatat pada penutupan perdagangan tadi IHSG rebound dengan naik 17,931 poin (0,28%) ke level 6.523,45.

Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan sebesar 0,60% ke level 6.505 pada akhir pekan lalu. Sejumlah sektor saham terkoreksi cukup tajam. Meski demikian, ada beberapa sektor saham yang relatif tahan uji terhadap koreksi indeks pekan lalu.

Pada Jumat (9/2) lalu, sektor consumer goods hanya mencatatkan penurunan sebesar 0,25%. Sektor perbankan juga hanya turun 0,30%. Sedangkan, sektor pertambangan merosot hingga 2,48%, lalu sektor properti, real estate dan konstruksi tumbang 1,69%.
Meski IHSG mencatatkan penurunan, namun fundamental Indonesia yang cukup baik mampu menahan kejatuhan tajam. Bahkan beberapa investor memanfaatkan momen koreksi ini untuk masuk ke beberapa sektor.

Sektor yang pantas untuk menjadi saham pilihan investor adalah perbankan dan consumer goods. Karena kedua sektor tersebut merepresentasikan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.

Emiten perbankan masih dilirik lantaran secara rating, perusahaan perbankan di Indonesia memiliki hasil yang cukup bagus. Untuk sektor perbankan, disarankan untuk membeli saham-saham bank kecil, seperti PNBN, yang secara valuasi masih murah dan mencermati aksi-aksi merger dan akuisisi perusahaan.

Ringkasan Perdagangan untuk hari ini, Senin tanggal 12 Februari 2018 ini adalah volume transaksi sebanyak 15.635 miliar lembar saham dipindahtangankan dengan nilai sebesar Rp.7.725 triliun.Dibandingkan dengan akhir pekan lalu dengan catatan jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 11.78 miliar saham dengan nilai sebesar Rp. 8.24 triliun.

Ditengah-tengah pergerakan saham hari ini di Bursa Saham Indonesia, pihak otoritas Bursa mengeluarkan 2 Pengumuman UMA dan 1 pengumuman Penghentian Sementara.

Untuk penghentikan sementara, diberikan kepada PT Bank of Indonesia Indonesia dengan kode saham BSWD dengan latar belakang diterimanya surat dari emiten ini yang berisi tentang rencana Perseroan untuk Delisting dari Bursa. Penghentian Sementara Perdagangan Efek Perseroan di Seluruh Pasar mulai sesi I perdagangan Efek tanggal 12 Februari 2018 hingga pengumuman selanjutnya.

Untuk dua pengumanan UMA ditujukan kepada PT Bank Ganesha Tbk dengan kode saham BGTG dikarenakan telah terjadi peningkatan harga dan aktifitas saham yang di luar kebiasaan ( Unusual Market Analysis).
Pengumuman UMA yang kedua dikeluarkan untuk emiten bernama PT Bank Harda International Tbk dengan kode saham BBHI
Informasi terakhir yang dipublikasikan oleh ke dua emiten tersebut adalah informasi tertanggal 7 Februari 2018 melalui IDXNet terkait Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek/Perubahan Struktur Pemegang Saham.

Pada Senin (12/2), BEI bersama Reliance Sekuritas & Universitas Siliwangi meresmikan Galeri Investasi Pasar yang pertama di Indonesia yang terletak di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya. Peresmian Galeri Investasi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya ini sejalan dengan komitmen BEI untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terkait dengan Pasar Modal Indonesia.

Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Coordinating Partner Wealth Management/Vibiz Consulting Group
Asito Situmorang/Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here