Perkiraan Harga Jagung Amerika Dalam Sepekan

682

(Vibiznews- Commodity) – Harga jagung di Amerika sepanjang tahun 2018 menjulang mahal hingga mencapai harga tertinggi sejak bulan Septermber 2017, meskipun akhir perdagangan pekan lalu terkoreksi tipis oleh profit taking. Bertambah mahalnya harga jagung hingga bulan kedua tahun ini dipicu oleh kondisi iklim di Argentina yang mengkhawatirkan pasokan komoditas grain tersebut.

Harga jagung berjangka yang ramai diperdagangkan yaitu untuk kontrak pengiriman bulan Maret 2018 turun 0,1% atau 20 sen di $3,67-40 per bushel. Perdagangan sebelumnya capai harga tertinggi dalam 5 bulan pada $3,67-50.

Untuk awal pekan ini bursa komoditas Amerika libur publik sehingga pasar baru buka hari Selasa (20/02), dan untuk perdagangan berikutnya analis Vibiz Research Center harga jagung masih bergerak positif oleh sentimen iklim di Argentina. Selain itu analis juga melihat posisi dollar AS masih belum cukup kuat menekan harga komoditas berdenominasi dollar AS.

Secara teknikal harga jagung diperkirakan dapat menembus level 3.69, dan jika tembus akan bergerak terus ke kisaran resisten 3,70 hingga 3,78. Namun jika pekan ini terkoreksi harga jagung dapat turun ke 3,60, dan jika lewat kisaran harga tersebut dapat turun terus hingga 3,59 hingga 3,57.

Dari laporan yang didapat oleh redaksi Vibiznews, peringkat kondisi terbaik jagung di negara produsen Argentina hanya 14% pasca kekeringan yang melanda negeri tersebut. Sehingga kenaikan harga jagung berikutnya masih memungkinkan.

Apalagi jika laporan USDA pada bulan Maret nanti untuk laporan produksi jagung AS menunjukkan penurunan, maka harga akan semakin cepat naiknya. Kedua sentimen diatas menjadi batu loncatan kenaikan harga komoditas jagung khususnya di bursa Amerika.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here