Cuaca Kering di Argentina Membuat Harga Kedelai Naik

367

(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai naik pada penutupan pasar AS karena buruknya cuaca di Argentina membuat ladang kedelai tidak bisa menghasilkan panen yang bagus.

Harga kedelai Mei naik 0.7% menjadi $10.45 ½ per bushel,  harga tertinggi sejak bulan Maret tahun lalu. Harga soymeal Mei naik 0.6% menjadi $3.81 perbushel, harga tertinggi baru 19 bulan.

Cuaca di ladang kedelai di Argentina sangat buruk, cuaca sangat kering dan perkiraan cuaca masih akan kering sampai beberapa minggu. Perkiraan panen kedelai di bawah perkiraan USDA dua minggu lalu sebesar 54 juta dengan 2 juta ton adalah yang gradenya rendah. Menurut perkiraan analis Argentina panen hanya sebesar 46 juta ton. Harga kedelai akan terus meningkat apalagi dengan dibukanya bursa Cina setelah libur Tahun Baru Imlek, sebab permintaan kedelai dari Cina besar.

Pasar yang berdekatan dengan kedelai adalah jagung.  Harga jagung Maret di CBOT naik 0.25 sen menjadi $3.65 ¾ perbushel. Harga jagung ini mengalami kenaikan karena buruknya panen jagung di Amerika Selatan di daerah produksi yang sama dengan kedelai. Karena buruknya ladang kedelai dibanding jagung diperkirakan petani akan beralih ke jagung, tetapi mengingat permintaan kedelai lebih banyak maka kemungkinan tidak terjadi.

Berbeda dengan biji-bijian lain harga gandum turun karena kelembaban di ladang gandum membuat tanaman bertumbuh dengan baik dan diperkirakan menghasilkan panen yang lebih besar sehingga harga gandum Mei di CBOT  turun 0.7% menjadi $4.59 ½ per bushel

Tina L / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here