Harga Minyak Mentah Turun Lagi Karena Dollar

372

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah di akhir perdagangan pasar komoditas  hari Rabu (21/02) yang berakhir beberapa jam lalu lebih rendah dari penutupan bearish perdagangan sebelumnya. Turunnya harga minyak mentah selain dipicu oleh kuatnya uang dollar AS juga sentimen pasar akan ekspektasi  kenaikan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) di akhir  sesi Amerika turun 11 sen menjadi $ 61,68 per barel. Namun untuk harga minyak mentah jenis Brent naik 20 sen menjadi $ 65,45 per barel. Kuatnya harga minyak Brent dipicu kekhawatiran kemacetan impor minyak mentah Kanada.

Para pelaku pasar sedang menunggu data terbaru persediaan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute  yang akan dirilis sore nanti. Data inventori minyak mentah AS diperkirakan akan meningkat sebesar 1,3 juta barel dalam sepekan hingga 16 Februari. Melihat data produksi minyak mentah AS dari data terakhir bulan November 2017 melampaui 10 juta barel per hari (bpd).

Dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya, didukung oleh kenaikan obligasi pemerintah A.S. jangka pendek yang menghasilkan kenaikan tertinggi selama lebih dari sembilan tahun. Dollar yang lebih kuat biasanya memberi tekanan pada komoditas berdenominasi dolar seperti minyak mentah.

Analis Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah masih bergerak dalam  zona merah atau lebih rendah dari perdagangan sebelumnya. Harga minyak akan bergerak dalam kisaran support 60.50 hingga 60.15, dan jika terjadi rebound akan bergerak menuju kisaran resisten 61.20 hingga 61.98.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here