IHSG Awal Pekan Tergerus Profit Taking 65 Poin, Melawan Arus Bursa Asia

577
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Senin ini terpantau tergerus dan tergelincir ke zona merah, dengan melemah -0,98% atau 65,13 poin ke level 6.554,67 setelah dibuka melemah juga di 6.615,37. Hari ini investor asing banyak yang ambil aksi profit taking melawan arus bursa kawasan Asia yang umumnya menguat dalam perdagangan (26/02).

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini terpantau menguat terbatas selagi dollar AS dalam koerksi pasar global. Rupiah terhadap dollar AS sore hari WIB ini terlihat menguat terbatas ke level Rp 13.655 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang di Rp 13.663.

Mengawali sesi perdagangannya, IHSG dibuka dengan melemah tipis 4,424 (0,07%) ke level 6.615,372. Sampai menutup perdagangan sesi pertama siang ini, IHSG tetap melemah 15,770 poin (0,24%) ke 6.604,034. Indeks LQ45 melemah 5,551 (o,50%) ke 1.104,191. Selanjutnya, IHSG makin terseok dan menutup hari dengan merosot 65,673 poin (0,98%) ke 6.554,673. Indeks LQ45 pun terpantau turun 17,058 poin (1,54%) ke 1.092,684.

Adapun level tertinggi yang sempat disentuh IHSG adalah 6.624,021, sedangkan terendahnya di level 6.554,673. Perdagangan IHSG hari ini cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 396.517 kali transaksi sebanyak 12,7 miliar senilai Rp 8,2 triliun.

Tercatat delapan sektor saham turun menumbangkan IHSG. Sektor keuangan dan barang konsumsi mengalami penurunan paling tajam, masing-masing 1,66% dan 1,33%. Hanya dua sektor, yaitu perkebunan dan industri dasar yang masih menguat, dengan kenaikan masing-masing 0,66% dan 0,12%. Total 211 saham ditutup melemah, dibandingkan 149 saham yang menguat.

Bursa-bursa Asia sore ini kompak berada di zona positif. Di antaranya, indeks Nikkei naik 260,852 poin (1,19%) dan indeks Hang Seng menguat 202,090 (0,65%).

Sejumlah saham yang jatuh ke kelompok top losers adalah: Gudang Garam (GGRM), Bank Central Asia (BBCA), Elang Mahkota (EMTK), dan dan Indocement (INTP).

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini diwarnai kuatnya tekanan aksi profit taking setelah kemarin sempat naik di intraday-nya hampir mendekati rekor. Kemungkinannya di minggu ini dorongan bargain hunting akan bisa mengambil alih pasar, sembari tetap mengamati pergerakan bursa kawasan. Resistance saat ini berada di level 6.665 dan 6.694. Sedangkan bila berlanjut tekanan jual di level ini, support ke level 6460, dan bila tembus ke level 6426.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here