Lagarde : Pertumbuhan Ekonomi Global 3,9 Persen; Negara ASEAN Bersiap Hadapi Perubahan Teknologi

353

(Vibiznews – Economy & Business) Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyatakan bahwa ekonomi global menunjukkan pertumbuhan berbasis luas, namun bentuknya bergeser dengan meningkatnya risiko perselisihan perdagangan, normalisasi kebijakan moneter dan perubahan teknologi. Hal tersebut disampaikan Lagarde dalam sebuah konferensi IMF di Jakarta, Selasa (27/02),  dalam persiapan untuk pertemuan tahunan IMF di Bali pada bulan Oktober.

Lagarde juga mengatakan bahwa IMF memperkirakan pertumbuhan global mencapai 3,9 persen pada 2018 dan 2019.

Angka tersebut tidak berubah dari perkiraan IMF pada bulan Januari dan naik dari 3,7 persen pada 2017. Dia mengatakan negara-negara ASEAN bersiap-siap menghadapi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi di negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa, namun memperingatkan bahwa para pembuat kebijakan perlu tetap waspada akan pengaruhnya terhadap stabilitas keuangan dan arus modal yang bergejolak.

“Kami tahu ini akan memiliki efek spillover di seluruh dunia. Kami telah mengetahui beberapa saat bahwa ini akan datang,” kata Lagarde seperti dilansir CNBC, yang juga menyatakan masih belum pasti bagaimana transisi ini akan mempengaruhi negara lain, perusahaan, pekerjaan, pendapatan.

Negara-negara ASEAN perlu merangkul model pertumbuhan baru yang memberi penekanan lebih besar pada permintaan domestik, perdagangan regional dan diversifikasi ekonomi dan mempersiapkan perubahan teknologi seperti peningkatan otomasi pabrik, kecerdasan buatan, bioteknologi, teknologi keuangan baru dan mata uang digital.

Meskipun ini bisa menghilangkan beberapa pekerjaan, penting bagi negara-negara untuk meningkatkan upaya untuk mendidik para pekerja agar lebih mempersiapkan mereka memanfaatkan teknologi baru.

Lagarde menyoroti Go-Jek, layanan penjualan dan pengiriman sepeda motor yang berkembang pesat di Indonesia sebagai contoh inovasi teknologi spesifik negara yang ditargetkan untuk kebutuhan negara dan tenaga kerja.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here