Minyak Mentah AS Alami Tekanan Lanjut Hingga Sesi Asia 13 Maret

251

(Vibiznews – Commodity) – Mengakhiri  perdagangan  komoditas energy awal pekan yang berakhir Selasa (13/03),  terpantau harga minyak mentah anjlok cukup signifikan disaat kurs dolar AS sedang jatuh. Pelemahan dolar AS biasanya mengangkat harga minyak namun  kekhawatiran pasar akan peningkatan pasokan minyak AS masih terus berlanjut dan menekan harga.

Harga minyak mentah berjangka AS WTI turun 68 sen atau 1,1 persen menjadi $ 61,36 per barel. Demikian juga dengan harga minyak mentah Brent berjangka turun 50 sen menjadi $ 64,99 per barel.

Laporan EIA pekan lalu yang  menyebutkan produksi minyak mentah AS naik 23 persen sejak pertengahan 2016 menjadi 10,37 juta barel per hari (bpd) dan negara ini  akan menjadi produsen minyak mentah dunia pada tahun 2023 dengan produksi mencapai rekor 12,1 juta barel per hari.

Masuki perdagangan sesi Asia harga minyak mentah berjangka AS. West Texas Intermediate (WTI) berada di $ 61,10 per barel, turun 0,26 sen atau 0,6 persen. Demikian juga dengan harga minyak jenis Brent berada di $64,80 per barel, turun 0,19 sen  dari penutupan sebelumnya.

Analis Vibiz Research Center memperkirakan prospek perdagangan harga minyak mentah berpotensi kuat kembali jika posisi kurs dollar AS terhadap banyak rival utamanya berlanjut lemah hari ini.

Secara teknikal untuk perdagangan selanjutnya harga minyak mentah akan bergerak pada kisaran support di $61.00 – $60.05. Dan jika terjadi pergerakan positif akan mendaki ke kisaran resisten di $62.32 – $63.15.

Jul Allens, Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here