Harga Minyak Mentah Masih Naik Jelang Pengumuman Suku Bunga AS; Bagaimana Selanjutnya?

459

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah naik untuk hari kedua pada hari Rabu (21/03), terbantu penurunan mengejutkan persediaan minyak mentah A.S. dan kekhawatiran kemungkinan gangguan pasokan Timur Tengah.

Tanpa diduga penurunan persediaan besar di Amerika Serikat turut mendukung pasar, meski pemurnian kilang minyak mencapai puncaknya bulan ini. Namun dengan sikap keras Amerika Serikat terhadap Iran, sebagian besar investor enggan menjual minyak secara agresif.

Harga minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) naik 53 sen menjadi $ 64,07 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 69 sen pada hari ini di $ 68,11 per barel pada pukul 8:22 am ET (1222 GMT). Harga telah meningkat sekitar 10 persen sejak mencapai level terendah dua bulan di $ 61,77 pada awal Februari.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada Selasa tiba di Washington untuk kunjungan kenegaraan, meningkatkan spekulasi bahwa Amerika Serikat dapat menerapkan kembali sanksi terhadap Iran, menyusul kritik baru terhadap kesepakatan nuklir 2015.

Analis juga menunjuk pencalonan Mike Pompeo sebagai Menteri Luar Negeri AS yang baru sebagai risiko terhadap pasar minyak, mengingat ia dengan keras menentang kesepakatan nuklir Iran sebagai anggota Kongres.

Jika Amerika Serikat menerapkan kembali sanksi terhadap Iran, analis mengatakan bahwa kemungkinan akan menghasilkan penurunan 250.000 hingga 500.000 barel per hari (bpd) dalam ekspornya pada akhir tahun.

Pasokan minyak mentah AS turun 2,7 juta barel dalam pekan yang berakhir 16 Maret menjadi 425,3 juta, American Petroleum Institute mengatakan pada Selasa, terhadap ekspektasi untuk peningkatan 2,6 juta barel.

Investor secara khusus mewaspadai kenaikan tajam produksi A.S., yang telah tumbuh lebih dari 20 persen sejak pertengahan 2016, menjadi 10,38 juta bpd, membuat Amerika Serikat berada di jalur untuk menjadi produsen minyak terbesar di dunia tahun ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi menguat dengan sentimen bullish ketegangan Timur Tengah dan penurunan persediaan mingguan AS. Namun jika malam nanti The Fed AS jadi menaikkan suku bunga AS, akan menguatkan dolar AS dan menekan harga minyak. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 64,50-$ 65,00, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 63,50-$ 63,00.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here