Akhir Minggu: Pasar Masuk “Risk Adverse”

853

(Vibiznes-Forex) Pasar keuangan pada hari Jumat masuk ke mode yang “risk adverse” secara penuh setelah pengenaan tarif perdagangan AS tehadap Cina dan promosi John Bolton yang kebijakan luar negerinya bersifat “hawkish” menjadi penasehat Keamanan Nasional AS. Presiden  AS Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan 25% tarif terhadap USD60 miliar impor Cina. Pergerakan ini akan membawa reaksi yang tajam dari Beijing selama beberapa waktu yang akan datang. Tarif ini akan menambah ketakutan bahwa setiap eskalasi lebih jauh dari restriksi perdagangan bisa membebani pertumbuhan global.

Presiden AS Trump juga menggantikan penasehat Keamanan Nasionalnya HR Mc Master dengan John Bolton yang kebijakan luar negerinya dikenal bersifat “hawkish”. Suatu pergerakan yang akan menambah ketakutan bahwa AS akan mengambil garis yang lebih keras terhadap Korea Utara dan Iran.

Dengan pasar yang mengalami ketakutan terhadap resiko, emas, Yen Jepang dan Swiss Franc semuanya mengalami keuntungan “overnight”.

USD/JPY diperdagangkan turun 0.4% sekitar 104.90 terhadap Yen Jepang, setelah menyentuh level terendah sejak bulan November 2016 di 104.63 pada awal dini hari. Data inflasi Jepang yang dipublikasikan semalam tidak menimbulkan kesan bagi pasar dengan CPI inti belum termasuk makanan segar dan energy di area Tokyo naik 1.0% per tahun.  USD/JPY berhasil mengalami pemulihan sekitar 30 pips dekat dengan posisi terendah selama 17 bulan tetapi sekarang sedang berjuang untuk mempertahankan diatas 105.00 yang merupakan batas psikologis.

GBP/USD sedang diluar fokus dengan Inggris dan Uni Eropa memberikan pengumuman pendahuluan mengenai periode transisi setelah perlanjutan Brexit pada permulaan minggu ini, membuat pertemuan Eropa yang sedang berlangsung kurang memiliki event pasar yang membawa pergerakan matauang. GBP/USD diperdagangkan datar disekitar 1.4100 setelah Bank of England memberikan suara dalam pola yang “hawkish” untuk mempertahankan tingkat bunga, suatu pergerakan yang mendorong GBP/USD naik ke 1.4220, namun hanya bertahan sebentar sebelum mengalami penjualan menjadi 1.4070.

EUR/USD diperdagangkan naik 0.25% disekitar 1.2330 terhadap dolar AS setelah aksi jual pasar saham secara luas setelah Cina memutuskan untuk membalas kembali pengenaan tarif perdagangan yang dikenakan oleh AS. Dengan kalendar Eropa kosong, sentimen pasar global diambil alih oleh mata uang “safe haven” yang kemungkinan akan mengambil keuntungan pada akhir minggu ini.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here