DJBC Kembangkan Pusat Logistik Berikat Untuk Tingkatkan Hasil Ekspor

431

(Vibiznews – Economy & Business) – Untuk meningkatkan perekonomian Indonesia khususnya dari hasil ekspor maka Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan pembenahan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) khususnya meningkatkan pelayanan DJBC di kawasan berikat.

Beliau melaporkan kepada Presiden bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan kajian mengenai dampak ekonomi dari fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Hasil dari studi menunjukkan hasil Ekspor dari KB dan KITE mencapai 54,8 miliar USD atau 37,7% dari total ekspor nasional.

Hal itu ia sampaikan pada acara “Silaturahmi Presiden dengan Pengguna Fasilitas Kepabeanan dan Peluncuran Perizinan Online” di PT. Samick, Cileungsi pada Selasa (27/03).

“Hal ini, membuktikan bahwa usaha kecil dan petani Indonesia juga dapat bersaing di pasar global jika diberi dukungan dan (diberi) kesempatan, ” ujar Menkeu.

Dia juga menambahkan pada tahun 2016 KB dan KITE telah melakukan investasi Rp168 triliun dan menyerap 2,1 juta tenaga kerja atau 13,5% dari seluruh tenaga kerja industri nasional. Penerimaan bidang perpajakan yang dikontribusikan sebesar Rp64,9 triliun dan pajak daerah sebesar Rp8,7 triliun. Total kontribusi yang diberikan oleh industri KB dan KITE adalah 3,59% dari PDB Indonesia.

“DJBC juga memberikan sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) ke para pengusaha dan perusahaan yang kredibel sehingga dengan fasilitas itu (para pengusaha) bisa berkompetisi di dunia internasional dengan meningkatkan ekspornya,” kata Menkeu

Selanjutnya, Menkeu memaparkan  saat ini DJBC juga telah mengembangkan delapan jenis Pusat Logistik Berikat (PLB). Ia menyebutkan pengembangan ini sangat berguna dalam menghadapi perubahan industri seluruh dunia yang terjadi begitu cepat.

“Tiga tahun lalu Bapak Presiden meminta kami bisa berkompetisi dengan negara tetangga. Diharapkan dengan PLB opsi logistic center yang selama ini berada di Singapore dan Kuala Lumpur bisa pindah ke Indonesia. Dan saat ini sudah ada yang pindah. Kita jamin mereka akan dapat pelayanan yang sama, bahkan lebih baik dari negara tetangga,” ungkap Menkeu.

Pada acara tersebut Menkeu juga memberikan penghargaan kepada tiga Kawasan Berikat dan tiga KITE dengan penyerap tenaga kerja terbesar, serta sertifikasi AEO kepada lima perusahaan. Menkeu berharap dengan diberikan sertifikasi serta penghargaan, perusahaan-perusahaan tersebut dapat terus meningkatkan kinerja dalam kegiatan ekonominya.

(Vibiznews – Economy & Business) – Untuk meningkatkan perekonomian Indonesia khususnya dari hasil ekspor maka Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan pembenahan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) khususnya meningkatkan pelayanan DJBC di kawasan berikat.

Beliau melaporkan kepada Presiden bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan kajian mengenai dampak ekonomi dari fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Hasil dari studi menunjukkan hasil Ekspor dari KB dan KITE mencapai 54,8 miliar USD atau 37,7% dari total ekspor nasional.

Hal itu ia sampaikan pada acara “Silaturahmi Presiden dengan Pengguna Fasilitas Kepabeanan dan Peluncuran Perizinan Online” di PT. Samick, Cileungsi pada Selasa (27/03).

“Hal ini, membuktikan bahwa usaha kecil dan petani Indonesia juga dapat bersaing di pasar global jika diberi dukungan dan (diberi) kesempatan, ” ujar Menkeu.

Dia juga menambahkan pada tahun 2016 KB dan KITE telah melakukan investasi Rp168 triliun dan menyerap 2,1 juta tenaga kerja atau 13,5% dari seluruh tenaga kerja industri nasional. Penerimaan bidang perpajakan yang dikontribusikan sebesar Rp64,9 triliun dan pajak daerah sebesar Rp8,7 triliun. Total kontribusi yang diberikan oleh industri KB dan KITE adalah 3,59% dari PDB Indonesia.

“DJBC juga memberikan sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) ke para pengusaha dan perusahaan yang kredibel sehingga dengan fasilitas itu (para pengusaha) bisa berkompetisi di dunia internasional dengan meningkatkan ekspornya,” kata Menkeu

Selanjutnya, Menkeu memaparkan  saat ini DJBC juga telah mengembangkan delapan jenis Pusat Logistik Berikat (PLB). Ia menyebutkan pengembangan ini sangat berguna dalam menghadapi perubahan industri seluruh dunia yang terjadi begitu cepat.

“Tiga tahun lalu Bapak Presiden meminta kami bisa berkompetisi dengan negara tetangga. Diharapkan dengan PLB opsi logistic center yang selama ini berada di Singapore dan Kuala Lumpur bisa pindah ke Indonesia. Dan saat ini sudah ada yang pindah. Kita jamin mereka akan dapat pelayanan yang sama, bahkan lebih baik dari negara tetangga,” ungkap Menkeu.

Pada acara tersebut Menkeu juga memberikan penghargaan kepada tiga Kawasan Berikat dan tiga KITE dengan penyerap tenaga kerja terbesar, serta sertifikasi AEO kepada lima perusahaan. Menkeu berharap dengan diberikan sertifikasi serta penghargaan, perusahaan-perusahaan tersebut dapat terus meningkatkan kinerja dalam kegiatan ekonominya.

Sumber : Kementerian Keuangan

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting Group

Editor : Asido Situmorang

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here