Harga Gula ICE Kuartal I – 2018 Anjlok 18 Persen

443

(Vibiznews – Commodity) Harga gula berjangka ICE ditutup naik pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York akhir kuartal pertama Jumat dinihari (30/03). Harga komoditas ini mengalami kenaikan terdukung penguatan mata uang Real Brazil.

Mata uang Real Brazil menguat terhadap dolar AS, memberikan beberapa dukungan, kata para pedagang.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Mei 2018 terpantau menguat. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,14 sen atau setara dengan 1,15 persen pada posisi 12,35 sen per pon.

Kontrak spot untuk bulan Maret ditutup turun sekitar 8 persen karena kekhawatiran pasokan setelah India melonggarkan aturannya pada ekspor gula.

Untuk kuartal pertama tahun ini, harga gula anjlok sekitar 18 persen tergerus peningkatan pasokan di India.

Malam nanti akan dirilis data ISM Manufacturing PMI Maret yang diindikasikan menurun. Jika terealisir dapat menekan dolar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi menguat jika dollar AS terealisir melemah. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi menguji level Resistance pada posisi 12,85 sen dan 13,35 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 11,85 sen dan 11,35 sen.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here