Harga Kakao ICE Kuartal I – 2018 Melompat 34 Persen

537

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao berjangka ICE pada akhir perdagangan akhir kuartal pertama Jumat dinihari (30/03) ditutup turun.

Pasar sedang mencermati sejauh mana hujan baru-baru ini telah meningkatkan prospek untuk panen pertengahan di Pantai Gading setelah kurangnya hujan dari November. Pantai Gading memperkirakan panen pertengahan sekitar 500.000 ton dengan total produksi 2017/18 diperkirakan mencapai dua juta ton, menurut juru bicara pemerintah. Perkiraan panen pertengahan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya.

Di akhir perdagangan Sabtu dinihari, harga kakao berjangka kontrak Mei 2018 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan penurunan. Harga komoditas tersebut ditutup turun sebesar 41 dollar atau 1,58 persen pada posisi 2.556 dollar per ton.

Kontrak spot bulan Maret ditutup naik 14,1 persen, kinerja bulanan terkuatnya sejak Februari 2015.

Harga Kakao juga mencetak laba kuartalan yang paling mengesankan, melonjak sekitar 34%. Masalah produksi di Afrika Barat memicu kenaikan.

Malam nanti akan dirilis data ISM Manufacturing PMI Maret yang diindikasikan menurun. Jika terealisir dapat menekan dolar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi naik jika pelemahan dolar AS berlanjut. Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menembus level Resistance pada posisi 2.610 dollar. Jika level Resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 2.660 dollar. Sedangkan level Support yang akan ditembus jika terjadi penurunan ada pada 2.510 dollar dan 2.460 dollar.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here