Harga Emas Jatuh; Ketegangan Perang Dagang AS-Tiongkok Menurun

588

(Vibiznews – Commodity) Harga emas jatuh pada Kamis (05/04), mundur dari tertinggi satu minggu yang dicapai dari sesi sebelumnya, karena risk appetite pulih setelah Amerika Serikat menyatakan kesediaan untuk menyelesaikan perang perdagangan yang meningkat dengan China.

Harga emas spot LLG turun 0,32 persen pada $ 1,328.66 per ons pada 8:20 pagi EST, setelah menyentuh tertinggi satu minggu di $ 1,348.06 pada hari Rabu.

Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun 0,6 persen menjadi $ 1,332.60 per ons.

Amerika Serikat menyampaikan keinginannya pada hari Rabu untuk berbicara dengan China setelah Beijing membalas terhadap usulan tarif AS sebesar $ 50 miliar barang-barang China dengan menargetkan impor utama Amerika.

Penurunan emas menunjukkan pedagang melikuidasi keuntungan dan kesempatan mengambil keuntungan dari pasar dalam jangka pendek.

Namun semakin intens perang dagang, akan terlihat permintaan emas yang lebih tinggi.

China adalah konsumen emas terbesar di dunia.

Namun, Duta Besar China untuk Amerika Serikat Cui Tiankai mengatakan pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat dan China harus menghindari perang dagang, menekankan bahwa preferensi Beijing adalah menyelesaikan perselisihan melalui perundingan.

Kepemilikan SPDR Gold Trust, sebagian besar stabil pada 852,03 ton pada hari Rabu dari 852,31 ton pada hari Selasa.

Sementara itu, perak spot naik tipis 0,07 persen menjadi $ 16,29 per ons.

Platinum turun 0,63 persen menjadi $ 906,24 per ons, setelah sebelumnya mencapai $ 905,50, terendah sejak 22 Desember.

Palladium turun 0,81 persen menjadi $ 917 per ounce setelah menyentuh $ 913 pada hari Rabu, terlemah sejak awal Oktober

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas dapat bergerak lemah dengan meredanya ketegangan perang dagang AS-Tiongkok. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 1,326-$ 1,324, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,330-$ 1,332.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here