Dolar AS Naik Tertinggi 2 Minggu; Data NFP Menjadi Fokus

486

(Vibiznews – Forex) Dolar AS naik ke level tertinggi dua minggu terhadap sekeranjang mata uang utama pada akhir perdagangan Jumat dinihari (06/04), terdorong rebound Wall Street dan upaya AS menegosiasikan resolusi untuk perselisihan perdagangan dengan China.

Mata uang AS juga naik ke puncak tiga minggu terhadap yen dan tertinggi 10-minggu terhadap franc Swiss, dua aset safe-haven yang dibeli investor pada saat terjadi gejolak pasar.

Penasehat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan pada hari Kamis ia mengharapkan Amerika Serikat dan China untuk mengatasi perbedaan perdagangan mereka dari waktu ke waktu dan bahwa hambatan perdagangan kemungkinan akan berkurang di kedua sisi. Komentarnya mendorong pemulihan dolar.

Namun China belum mundur. Kantor berita negara Xinhua mengatakan pada hari Kamis bahwa China akan memenangkan perang dagang dengan Amerika Serikat. Keyakinan itu berasal dari pasar konsumen besar di negara itu, yang telah menjadi salah satu keuntungan China dari sudut pandang produsen AS.

Beijing pada Rabu memberlakukan tarif atas impor utama AS termasuk kedelai, pesawat, mobil, daging sapi dan bahan kimia sebagai tanggapan terhadap langkah-langkah serupa dari Amerika Serikat. Itu telah memacu rally yen dan aksi jual saham pada hari Rabu.

Dalam perdagangan sore, dolar naik 0,39 persen terhadap sekeranjang enam mata uang menjadi 90,49. Sebelumnya, indeks mencapai tertinggi dua minggu di 90.454. Dalam tanda yang lebih luas bahwa pasar mata uang global belum bergejolak, sekeranjang mata uang pilihan mata uang utama bergerak menuju 2018 terendah 7,8 persen setelah lonjakan pada bulan Februari.

Terhadap yen, dolar AS menguat ke level tertinggi 10-minggu dan terakhir naik 0,52 persen pada 107,33.

Dolar AS melonjak ke 10 minggu tertinggi 0,9637 franc Swiss, berpindah tangan terakhir di 0,963 hingga 0,24 persen.

Data pada hari Kamis juga menunjukkan bahwa defisit perdagangan AS tumbuh ke level tertinggi 9-1 / 2-tahun pada bulan Februari, dengan ekspor dan impor naik ke rekor tertinggi, tetapi defisit dengan China menyempit tajam.

Malam nanti akan dirilis data Non Farm Payrolls Maret yang diindikasikan melemah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan dolar AS akan bergerak positif dengan meredanya ketegangan perdagangan AS- Tiongkok. Namun jika malam nanti data Non Farm Payrolls Maret menurun, akan menekan dolar AS.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here