IHSG Akhir Pekan Turun Tipis di 6.175, Isyu Baru Perang Dagang Menekan Bursa

531
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – (Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan hari Jumat sore ini terpantau melemah tipis -0,13% atau -8,175 poin ke level 6.175,052 setelah dibuka menguat di level 6.184,870. Pasar tampak berupaya rebound tetapi masih tertekan oleh aksi penjualan terutama dari investor asing, sementara bursa kawasan Asia umumnya melemah setelah proposal menambah beban tariff atas produk China di Amerika (6/04).

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini terpantau melemah sementara dollar AS flat pasar global. Rupiah terhadap dollar AS hari ini terpantau melemah ke level Rp 13.772 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang di Rp 13.762.

Mengawali sesi perdagangannya, IHSG menguat 1,643 (0,02%) ke level 6.184,870. Indeks LQ45 naik tipis 0,41 poin (0,04%) ke level 1.008,867. Saat istirahat siang, IHSG bertengger di zona merah, dengan turun 2,421 poin (0,04%) ke 6.180,806. Indeks LQ45 melemah 0,597 poin (0,06%) ke 1.007,859. Dan kemudian, sampai penutupan perdagangan sore ini, IHSG tetap lemah. Tercatat IHGS turun 8,175 poin (0,13%) ke 6.175,052. Indeks LQ45 berkurang 0,868 poin (0,09%) ke 1.007,588.

Terpantau ada 7 sektor saham yang jatuh. Saham sektor aneka industri jatuh paling dalam sore ini sebesar 0,91%. Sebanyak 151 saham menguat, 192 saham melemah dan 123 saham stagnan. Pada penutupan perdagangan saham, IHSG terlihat sempat menyentuh level tertinggi di 6.192,423 dan terendahnya di 6.165,205. Perdagangan saham tergolong sepi dengan frekuensi perdagangan saham 333.075 kali transaksi sebanyak 8,2 miliar lembar saham senilai Rp 5,1 triliun.

Terlihat juga sejumlah saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya adalah, Semen Indonesia (SMGR), Mitra Adiperkasa (MAPI), Bank Central Asia (BBCA), dan Astra Agro (AALI).

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini turut ditekan oleh sentiment negative dari bursa Asia, terpicu oleh bertambahnya isyu dalam perang dagang antara AS dan China, ditambah dengan kelompok investor asing yang masih net sellResistance saat ini berada di level 6.351 dan 6.501. Sedangkan bila berlanjut tekanan jual di level ini, support ke level 6085, dan bila tembus ke level 5952.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here