Dolar AS Masih Terancam Ketegangan Perang Dagang AS-China

1422

(Vibiznews – Forex) Dolar AS jatuh pada akhir perdagangan Sabtu dinihari(07/04), tertekan perang dagang yang sedang berlangsung antara China dan Amerika Serikat dan data non Farm Payrolls AS bulan Maret yang merosot terendah dalam enam bulan.

Dolar AS merosot terhadap mata uang safe-haven yen Jepang dan franc Swiss di tengah komentar baru dari China. China pada Jumat memperingatkan akan melawan “dengan biaya berapa pun,” beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan tarif tambahan $ 100 miliar pada barang-barang China.

Kerugian dalam dolar meningkat setelah jurubicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengatakan negara itu tidak akan ragu-ragu untuk menanggapi jika Amerika Serikat menambahkan tarif lebih lanjut. Dia mengesampingkan negosiasi dalam kondisi ini.

Sengketa perdagangan AS-China melebihi laporan Non Farm Payrolls AS yang menunjukkan perolehan pekerjaan lebih sedikit dari yang diperkirakan, serta komentar yang umumnya optimis tentang ekonomi dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Powell mengatakan pada hari Jumat bahwa The Fed kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga AS untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Dalam perdagangan sore, yen dan franc Swiss, dua mata uang safe haven menguat pada saat tekanan pasar, dengan dolar jatuh 0,47 persen menjadi 106,87 yen dan turun 0,47 persen menjadi 0,9587 franc.

Indeks dolar juga turun 0,4 persen menjadi 90,11, karena euro naik 0,37 persen menjadi $ 1,2283.

Laporan Non Farm Payrolls AS hari Jumat menunjukkan peningkatan hanya 103.000 pekerjaan pada bulan Maret, jauh di bawah perkiraan pasar sebesar 193.000 dan lonjakan Februari sebesar 326.000. Titik terangnya adalah kenaikan bulanan sebesar 0,3 persen dalam pertumbuhan upah, yang mendorong tingkat pertumbuhan upah tahunan yang lebih tinggi. Laporan itu menekan dolar, tetapi tidak sebanyak perang perdagangan AS-China.

Secara mingguan indeks dolar AS berakhir flat, melemah tipis 0,01 persen. Pegerakan datar karena tarik menarik sentimen perang dagang yang naik turun. Rencana negosiasi AS-China terkait perang dagang sempat memulihkan dolar AS. Namun ketegangan yang berlanjut terpicu pertimbangan Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif tambahan dan ancaman pembalasan China, kembali meningkatkan tensi perang dagang AS-China.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan dolar AS akan bergerak lemah dengan meningkatnya lagi ketegangan perdagangan AS- Tiongkok.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here