Outlook Risalah Pertemuan FOMC

488

(Vibiznews-Forex) The Fed akan segera merilis risalah pertemuannya dari pertemuan pertama yang dipimpin oleh Gubernur Fed Jerome Powell pada malam hari ini (besok pagi dini hari). Sementara FOMC menaikkan tingkat suku bunga dan mengupgrade outlook untuk tahun 2019 dan 2020, mereka tidak mengupgrade prospek untuk tahun 2018. Risalah pertemuan mungkin memberikan pencerahan mengenai kesepakatan yang diambil. Apakah sentimennya bertambah “hawkish” dan mereka berada pada tepi dari kenaikan yang keempat? Seberapa kuatirnya mereka terhadap ancaman perang global? Kita mungkin bisa mendapatkan tanda-tanda dari pemikiran mereka.

Di samping menaikkan tingkat bunga 25 basis poin menjadi range 1.50 – 1.75%, FOMC mempresentasikan outlook ekonomi yang jauh lebih optimistik di dalam Summary of Economic Projection (SEP) bulan Maret menurut analis dari Nomura.

Pada konferensi pers yang baru lalu, Gubernur Powell berkata, “ para partisipan dalam FOMC percaya akan ada peningkatan yang berarti didalam permintaan dari kebijakan fiskal yang baru untuk paling tidak tiga tahun kedepan.” Sementara perkiraan pertumbuhan ekonomi telah maju dengan sangat besar, namun pengaruh dari kebijakan fiskal kemungkinan tidak sampai pada tahun ketiga, hanya mempengaruhi tahun 2018 dan 2019. Diperlukan klarifikasi yang lebih jelas mengenai apa asumsi dari para partisipan untuk seberapa besar tingkat belanja yang dihasilkan dari dorongan fiskal.

Area yang lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah bagaimana FOMC mengkaji resiko perdagangan. Walaupun Powell memberikan indikasi bahwa konsensus di komite adalah resiko perdagangan tidak akan mempengaruhi outlook pada saat ini, menarik sekali untuk mengetahui diskusi yang lebih jauh di dalam risalah pertemuan FOMC yang akan segera dikeluarkan pada malam ini.

Mengenai inflasi, banyak partisipan FOMC memperkirakan inflasi PCE inti lebih dari 2% pada tahun-tahun berikutny meskipun hanya lebih sedikit. Kita bisa juga melihat pertimbangan dari para pembuat kebijakan mengkaji potensi tekanan inflasi dari mengetatnya pasar tenaga kerja lebih lanjut dan bagaimana tolerannya mereka dari inflasi yang diatas target.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here