Harga Minyak Jatuh Pasca Pernyataan Trump

1138

(Vibiznews – Commodity) Harga Minyak jatuh di New York Jumat (20/04) setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik OPEC dan mengatakan harga minyak mentah amat sangat tinggi.

Komentar itu muncul ketika negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia menunjukkan kesediaan untuk lebih mengencangkan pasar minyak dan menaikkan harga.

“Sepertinya OPEC melakukannya lagi,” kata Trump di Twitter. “Harga minyak secara artifisial Sangat Tinggi! Tidak bagus dan tidak akan diterima! ”

Harga  minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei diperdagangkan 0,7 persen lebih rendah pada $ 67,85 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun sekitar 52 sen atau 0,7 persen $ 73,26 per barel.

Harga minyak telah bergejolak dalam beberapa pekan terakhir karena pemangkasan dari OPEC dan sekutu-sekutunya ditambah oleh meningkatnya risiko geopolitik, termasuk kemungkinan sanksi AS yang diperbarui terhadap Iran.

Bertemu di Jeddah, sebuah komite OPEC dan produsen minyak lainnya menemukan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap pembatasan produksi. Namun, ada kapasitas untuk harga naik melampaui tertinggi tiga tahun minggu ini, menurut Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih, yang mengatakan kerjasama antara produsen akan berlanjut hingga 2019.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak dapat bergerak turun merespon pernyataan Trump. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 67,35-$ 66,85, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 69,35-$ 69,85.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here