IHSG Akhir Pekan Melemah ke 6.337, Rupiah juga Tergelincir

932

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan hari Jumat sore ini (20/4) terpantau ditutup melemah -0,29% atau -18,21 poin ke level 6.337,690 setelah dibuka stabil di 6.355,996.  Pasar tampak terkoreksi setelah dua hari berturut menguat sementara bursa kawasan Asia umumnya melemah sekalipun agak mereda tensi geopolitik di Korea dan Suriah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini terpantau tergelincir tajam menembus Rp13.800 ke level Rp 13.870 sementara dollar AS terus menanjak perlahan di pasar global. Rupiah melemah ke level Rp 13.870 jauh dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang di Rp 13.778.

Mengawali sesi perdagangannya, tercatat IHSG stagnan menguat 0,095% ke level 6.355,996. Indeks LQ 45 menguat tipis 0,024 poin ke level 1,040,409. Sampai ke saat istirahat siang, IHSG tergerus 34 poin (0,54%) ke level 6.321,754. Indeks LQ45 turun 9,730 poin (0,94%) ke 1.030,655. Terakhirnya menutup perdagangan hari ini, IHSG terdampar di zona merah dengan turun 18,026 poin (0,29%) ke 6.337,695. Begitu pula Indeks LQ45 juga melemah 5,894 poin (0,57%) ke 1.034,491.

Untuk hari ini, tercatat posisi tertinggi IHSG berada di 6.360,316 dan terendahnya di 6.314,202. Perdagangan saham termasuk cukup sepi dengan frekuensi perdagangan saham 374.115 kali transaksi sebanyak 7,5 miliar lembar saham senilai Rp 6,3 triliun.

Ada tujuh sektor saham yang melemah, dipimpin sektor aneka industri yang turun paling tinggi sebesar 1,36%. Sementara sektor yang naiknya paling tinggi adalah sektor perdagangan dengan bertambah 0,61%.

Di tempat lain, bursa regional Asia mayoritasnya juga berakhir di zona merah. Di antaranya, tercatat indeks Nikkei 225 turun 28,939 poin (0,13%), indeks Strait Times melemah 25.350 poin (0,70%). Tetapi, indeks Hang Seng agak naik 290,109 poin (0,94%).

Sejumlah saham yang masuk top losers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM), Unilever Indonesia (UNVR), Indocement Tunggal Prakasa (INTP), dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia.

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini digerus profit taking setelah dua hari berturut menuai gain, sementara indikasi tren akan mengacu dari bursa Asia mengingat isyu geopolitik yang mungkin belum stabil. Resistance saat ini berada di level 6.380 dan 6.501. Sedangkan bila berlanjut tekanan jual di level ini, support ke level 6259, dan bila tembus ke level 6137.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here