Harga Minyak Mentah Melonjak ke Tertinggi Baru 3 Tahun

503

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berbalik positif dalam perdagangan volatile pada akhir perdagangan Selasa dinihari (24/04).

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir naik 24 sen menjadi $ 68,64 per barel, menmbawa ke penutupan baru tinggi yang akan kembali ke 1 Desember 2014.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 66 sen, atau hampir 1 persen, di $ 74,72 satu barel pada pukul 2:29 siang ET.

Minyak telah meningkat ke tertinggi sejak akhir 2014 bulan ini sebagian juga karena kegelisahan atas keputusan Presiden Donald Trump apakah akan mengembalikan sanksi ekonomi AS terhadap Iran.

Minyak mentah berjangka bergejolak antara tekanan ke bawah setelah Iran mengurangi harapan bahwa OPEC akan memperpanjang pakta produksi dan kekhawatiran bahwa sanksi AS bisa mengurangi produksi Iran.

Menteri perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengatakan bahwa jika harga minyak mentah terus meningkat, maka tidak perlu memperpanjang perjanjian antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen non-OPEC yang ditujukan untuk memperkuat harga, situs resmi kementerian SHANA melaporkan.

Pasar juga menemukan dukungan dalam data AS dari penyedia informasi energi Genscape, yang menunjukkan penurunan dalam persediaan di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma.

Sejak awal 2017, OPEC, Rusia dan produsen minyak mentah non-OPEC lainnya telah membatasi produksi dengan tujuan untuk menghilangkan kelebihan minyak global. Pakta berjalan hingga akhir 2018.

Amerika Serikat hingga 12 Mei memutuskan apakah akan meninggalkan kesepakatan nuklir dengan Iran dan menjatuhkan sanksi baru terhadap Teheran, termasuk kemungkinan pada ekspor minyaknya, yang akan semakin memperketat pasokan global.

Harga minyak sebelumnya turun sekitar $ 1 per barel karena pasar keuangan yang lebih luas berada di bawah tekanan dari kenaikan imbal hasil pemerintah AS hampir 3 persen, tingkat yang di masa lalu telah memicu aksi jual agresif di saham, obligasi dan komoditas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak dapat bergerak naik terpicu kekuatiran kembalinya sanksi AS terhadap Iran yang berpotensi mengurangi produksi Iran. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 69,10-$ 69,60, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 68,10-$ 67,60.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here