Bursa Asia 25 April Sebagian Besar Ditutup Melemah

579

(Vibiznews – Index) Pasar Saham Asia diperdagangkan sebagian besar lebih rendah pada hari Rabu (25/04), menyusul penurunan semalam di bursa Wall Street karena investor khawatir tentang kenaikan suku bunga dan prospek ekonomi.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 62,80 poin, atau 0,28 persen, menjadi 22.215,32 sementara indeks Topix turun 2,02 poin, atau 0,11 persen, menjadi 1.767,73.

Saham Takeda Pharmaceutical turun 7,03 persen setelah berita muncul bahwa perusahaan meningkatkan tawaran akuisisi untuk produsen obat yang terdaftar di London, Shire, menjadi sekitar 46 miliar pound ($ 64 miliar).

Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 15,33 poin, atau 0,62 persen, di 2.448,81.

Indeks Hang Seng Hong Kong berakhir turun 1,01 persen pada 30328.15.

Pasar China daratan mixed, dengan indeks komposit Shanghai menurun 10,92 poin, atau 0,35 persen, menjadi 3.117,99, sedangkan indeks komposit Shenzhen naik 4,85 poin, atau 0,26 persen, menjadi 1.809,25.

Pasar Australia dan Selandia Baru ditutup untuk hari libur umum Anzac.

Analis menyatakan risiko sentimen meningkat setelah imbal hasil Treasury 10-tahun AS menyentuh 3 persen untuk pertama kalinya sejak Januari 2014.

Indeks dolar, yang mengukur dolar AS terhadap sekeranjang mata uang, diperdagangkan pada 90.981 pada pukul 2:43 siang. HK / SIN. Indeks naik dari level di bawah 90,00 yang dicapai pada minggu sebelumnya dan sempat melintasi level 91,00 di sesi Selasa.

Yen Jepang diperdagangkan pada 109,10 terhadap dolar, sementara euro diambil $ 1,2211.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Asia akan mencermati pergerakan bursa Wall Street yang berpotensi naik jika data pasokan minyak mentah mingguan AS menurun yang dapat menguatkan harga minyak.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here