Pergerakan USD vs EUR, JPY, GBP, ANZ & AUD Hari Ini

597

(Vibiznews-Forex) Dolar AS menyentuh ketinggian selama 4 bulan pada hari Rabu setelah kenaikan imbal hasil Treasury AS diatas 3% menggoyahkan dan menekan mata uang utama dunia lainnya.

Indeks dolar AS naik 0.4% menjadi 91.093 terhadap sekeranjang 6 mata uang utama dunia. Dalam semalam indeks dolar sempat naik ke 91.076, tertinggi sejak tanggal 12 Januari, sebelum penurunan di saham-saham Wall Street menahan minat resiko para investor. Saham-saham asia jatuh setelah terjadi aksi jual yang tajam di pasar AS. Peringatan dari perusahaan-perusahaan AS mengenai kenaikan biaya yang lebih tinggi membuat ketakutan bahwa “booming” dalam penghasilan perusahaan, karena stimulus fiskal dalam siklus ekonomi AS yang telah mendorong naik imbal hasil obligasi, telah mendekati puncaknya.

Presiden Trump membuat suara yang positip mengenai kondisi tarif perdagangan AS-Cina. Trump berkata bahwa Sekretaris Treasury Mnuchin akan pergi ke Cina dan akan mendapatkan “deal” yang sangat baik.

Banyak yang terjadi pada sesi perdagangan New York. Laporan ekonomi AS merefleksikan ekonomi yang kuat. New Home Sales bulan Maret naik 0.4%, Indeks S&P/Case-Shiller Home Price naik 6.8% per tahun di bulan Februari.  Imbal hasil Treasury AS 10 tahun yang mencapai 3% di perdagangan awal mendorong EURUSD ke 1.2195. EURUSD bergeser naik ketika imbal hasil mengalami penurunan sebentar.

Di dukung oleh data AS dan imbal hasil Treasury yang naik lebih tinggi, terhadap Yen Jepang, dolar AS mendekati ketinggian selama dua bulan di 109.29 yen, naik 0.3% pada satu hari. Pasangan USD/JPY berada di 109.16 usai sesi Eropa, kemudian turun ke 108.55 pada sore harinya, saat ini kembali naik ke 109.20

Tekanan dolar AS paling terasa terhadap mata uang yang berbasiskan spekulasi termasuk Poundsterling Inggris, dolar Selandia Baru dan Peso Mexico.

Poundsterling Inggris turun 0.2% di $1.3947, setelah sebelumnya terjerembab ke kerendahan selama sebulan di $1.3919 sebelum mengalami “rebound” 0.3% karena berita mengenai kemungkinan pengambilalihan perusahaan farmasi Inggris oleh perusahaan obat Jepang.

Dolar Australia dan Selandia Baru jatuh pada saat saham-saham Asia turun mengikuti Wall Street.

Dolar Selandia Baru meneruskan kerugiannya dan turun ke $0.7102, posisi terendah sejak tanggal 4 Januari.

Dolar Australia turun 0.4% ke $0.7569, penurunan dalam bulan keempat.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here