Analisa Penggerak Pasar: Order “Durable Goods” AS

588

(Vibiznews-Forex) Order untuk “durable goods” yaitu barang-barang yang didesain untuk bertahan paling tidak selama tiga tahun, diperhatikan oleh the Fed dan merupakan bagian yang penting dari GDP. Angka bulan Maret yang keluar sekarang ini akan mempengaruhi secara langsung angka GDP yang akan keluar pada hari Jumat. Pada bulan Februari order “durable goods” umum lompat 3% dan untuk bulan Maret di perkirakan akan turun.

Survei dari para ekonom yang dilakukan oleh MarketWatch memperkirakan order “durable goods” umum bulan Maret sebesar 2.5%. Sementara Forex Factory memperkirakan 1.6% dan Forex Crunch memperkirakan 1.3%. Sedangkan order “durable goods” inti diperkirakan sebesar 0.6%.

Data yang dikeluarkan pada bulan Maret order “durable goods” sebesar 2.6%  lebih besar daripada yang diperkirakan, karena penambahan yang besar dari kontrak pesawat Boeing.

Pemerintah mengatakan, jika dikeluarkan pesawat dan mobil, order tanpa transportasi tidak berubah. Transportasi sering membuat gejolak naik dan turun secara besar di dalam order-order karena permintaannya berfluktuasi dari satu bulan ke bulan berikutnya. Order untuk jet komersial naik pada bulan lalu setelah periode yang lambat pada permulaan tahun baru. Pemesanan lompat hampir 45%. Namun, order untuk otomobil naik hanya 0.1%. Order untuk mesin-mesin bahkan terbenam 1.7% menandai kejatuhan terbesar dalam dua tahun. Hal ini menjelaskan mengapa order dengan mengeluarkan transportasi berada di bawah dari perkiraan Wall Street. Kemungkinan pengumuman tarif  baja baru-baru ini memegang peranan, walaupun order untuk metal-metal utama kenyataannya naik tajam pada bulan Maret. Hal ini bisa merefleksikan perusahaan-perusahaan menimbun persediaan sebelum tarif diberlakukan.

Hal yang lebih mengkuatirkan, investasi bisnis jatuh untuk ketiga kalinya dalam empat bulan berdasarkan ukuran yang lebih cermat yang dikenal sebagai order inti dari barang-barang modal. Order-order inti turun 0.1%.  Meskipun telah jatuh, investasi bisnis masih naik sehat sebanyak 7% dibandingkan dengan tahun lalu.

Berdasarkan analisa data-data diatas, ekonomi As mengalami permulaan yang lambat di tahun 2018 sebagaimana yang direfleksikan oleh pelemahan di dalam bisnis investasi belakangan ini. Dengan demikian Gross Domestic Product (GDP) AS kemungkinan akan muncul di 2% atau kurang di kuartal pertama. Namun tanda-tanda sedang bermunculan bahwa pertumbuhan AS kemungkinan akan bertambah cepat di bulan Semi dengan GDP mungkin kembali mendekati 3%. Perusahaan-perusahaan sedang menambah produksi dan menggaji dengan potongan yang cepat meskipun tingkat pengangguran berada pada titik terendah sejak tahun 2000.  Aksi jual di pasar saham dan meningkatnya ketegangan yang disebabkan oleh pendirian yang agresif dari Presiden Trump mengenai deal perdagangan telah mengurangi eforia, tetapi mungkin belum cukup untuk menggoncangkan secara signifikan ekspansi ekonomi AS yang sekarang telah hampir berusia sembilan tahun.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here