GDP Inggris & Outlook GDP AS

891

(Vibiznews-Forex) Angka GDP Inggris menjadi judul utama di jam perdagangan Eropa.  Tingkat pertumbuhan tahunan diperkirakan mencetak angka 1.4% di kuartal pertama, tidak berubah dari periode sebelumnya. “Outcome” yang mengecewakan yang menggemakan penurunan yang pasti di data “outome” Inggris sejak awal tahun bisa memberikan beban terhadap taruhan tingkat bunga Inggris jangka pendek, mendorong turun Poundsterling Inggris.

Sementara itu laporan GDP AS sebentar lagi akan muncul dan menjadi fokus setiap investor. Saat ini, tingkat pertumbuhan tahunan diperkirakan turun ke 2% di tiga bulan pertama dari tahun ini dari hasil 2.9% di kuartal keempat tahun lalu. Namun, data survei PMI yang terkemuka menunjukkan kejutan kenaikan yang bisa memicu ketakutan akan percepatan pengetatan dari Fed dan mendorong dolar AS ke ketinggian baru dalam tiga bulan.

GDP/USD diperdagangkan turun -0.7% disekitar 1.3825 terhadap dolar AS setelah data GDP kuartal kesatu Inggris kurang daripada yang diperkirakan oleh pasar. Dengan GDP Inggris menurun tajam di kuartal pertama, kemungkinan kenaikan tingkat bunga sebagian besar lenyap memberikan beban terhadap Poundsterling. GDP Inggris yang sebelumnya diperkirakan mencetak angka 0.4% dalam satu kuartal tiga bulan pertama dari tahun ini, tetapi ternyata hanya muncul 0.1% per kuartal, jauh kurang daripada yang diperkirakan.

Gambaran yang lebih besar dari GBP/USD dibentuk oleh perkiraan terhadap tingkat bunga yang telah bergerak menurun setelah tiga rilis data makro yang paling penting di Inggris, pertumbuhan upah, inflasi dan penjualan eceran di bulan Maret kurang dari yang diperkirakan.

Update laporan Gross Domestik Producet (GDP) AS kemungkinan meredam kelemahan di EUR/USD belakangan ini dengan tingkat pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi 2.0% dari 2.9% per tahun.

Namun perlu diingat, partisipan pasar kemungkinan menaruh tekanan yang lebih besar pada Personal Consumption Expenditure (PCE), ukuran inflasi yang lebih disukai the Fed, dengan angkanya diproyeksikan naik 2.6% selama tiga bulan pertama dari tahun 2018, yang menandai kecepatan pertumbuhan yang tercepat sejak tahun 2007. Tanda-tanda dari meningkatnya tekanan harga kemungkinan bisa memicu reaksi yang bullish di dalam dolar AS yang memberi tekanan pada Federal Open Market Committee (FOMC) untuk melanjutkan siklus kenaikan.

Ekonomi AS bertumbuh kurang daripada yang diperkirakan selama tiga bulan terakhir dari tahun 2017, dengan tingkat pertumbuhan melambat ke 2.6% per tahun dari 3.2% di kuartal ketiga. Jika dilihat lebih dalam, laporan menunjukkan Personal Consumption Expenditure (PCE) naik ke 1.9% per tahun dari 1.3% sebelumnya. Cetakan data yang tidak bersemangat memberikan reaksi campuran terhadap dolar AS, dengan EUR/USD sebagian besar mengadakan konsolidasi ditutup pada 1.2429.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here