Saham Apple Inc Capai Rekor, Warren Buffett Tambah Kepemilikannya Atas Pembuat Iphone Ini

407

(Vibiznews – Index) – Sebagian besar pasar Asia menguat pada hari Senin, saham-saham energi naik karena harga minyak menyentuh mereka tertinggi dalam lebih dari tiga tahun di tengah ketegangan dalam output Venezuela dan pembicaraan tentang kemungkinan sanksi baru AS terhadap Iran.

Presiden Donald Trump telah menetapkan batas waktu 12 Mei untuk Eropa untuk “memperbaiki” kesepakatan dengan Iran atas program nuklirnya atau dia akan menolak untuk memperpanjang sanksi terhadap Republik Islam penghasil minyak ini.

Minyak mentah Brent berjangka bertambah 76 sen menjadi $ 75,63 per barel, sementara minyak mentah AS naik 64 sen menjadi $ 70,36 untuk akhirnya menembus harga $ 70.

Indeks MSCI terluas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang, naik 0,2 persen. Nikkei 225, Jepang bergerak datar, menutup kerugian karena yen mengurangi keuntungan awalnya.

Apple Inc mencapai rekor tertinggi setelah Warren Buffett Berkshire Hathaway Inc mengungkapkan bahwa pihaknya telah meningkatkan sahamnya pada pembuat iPhone ini.

Laporan ekonomi AS padat baru-baru ini kontras dengan pergantian yang lebih lunak dalam data Eropa dan mengangkat dolar ke level tertingginya selama ini terhadap terhadap euro.

Mata uang tunggal terakhir pada $ 1,1957, yang telah turun sedalam $ 1,1911 pada hari Jumat. Dolar juga mencapai tertinggi sejak Desember terhadap sekeranjang mata uang. Dolar stabil di 109,14 JPY, setelah pekan lalu berada di sekitar 110,05.

Hutang dalam dolar AS menjadi lebih mahal untuk dibiayai seiring naiknya mata uang. Pasar dari mulai Argentina sampai ke Turki berada di bawah tekanan kuat,

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner Vibiz Consulting Group
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here