Market Outlook, 14-18 May 2018

1033

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia mengalami rebound cukup tajam karena penguatan rupiah dan prospek kenaikan suku bunga dari BI ditambah penguatan bursa saham global dan Asia, sehingga secara mingguan bursa ditutup melompat cukup signifikan lagi ke level 5,956.830. Untuk minggu berikutnya (14-18 Mei) IHSG kemungkinan agak tertahan pergerakannya walau peluang rebound masih bisa berlanjut dengan tetap melihat bursa Asia sebagai acuan. Secara mingguan, IHSG berada antara support level di posisi 5716 dan kemudian 5577, sedangkan resistance level di 6360 dan kemudian 6501.

Mata uang rupiah seminggu lalu menguat tajam meninggalkan area level Rp14.000, di mana secara mingguan rupiah menguat ke level Rp13,945. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,085 dan 14,125, sementara support di level 13,863 dan 13,736.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core Retail Sales m/m pada Selasa malam; disambung dengan rilis Building Permits dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; berikutnya data Philly Fed Manufacturing Index dan Unemployment Claims pada Kamis malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Average Earnings Index 3m/y Inggris pada Selasa sore; selanjutnya rilis pidato ECB President Draghi Rabu malam.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Industrial Production y/y China pada Selasa pagi; diteruskan dengan rilis BI 7-Day Repo Rate dari Bank Indonesia pada Kamis sore yang diperkirakan aka naik ke level 4.50%.

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar bergerak balik retreat dari level 4 bulan tertingginya oleh lambatnya inflasi yang menahan prospek laju kenaikan suku bunga the Fed, di mana secara mingguan index dollar AS fluktuatif dan balik ke level minggu lalu 92.56. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau melemah tipis ke 1.1939. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1822 dan 1.1717, sementara resistance pada 1.2209 dan kemudian 1.2413.

Poundsterling minggu lalu terlihat menguat tipis ke level 1.3540 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3937 dan kemudian 1.4376, sedangkan support pada 1.3457 dan 1.3332. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat tipis ke level 109.37. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 110.03 dan 110.47, serta support pada 106.87 serta level 105.65. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat terbatas ke level 0.7540. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7682 dan 0.7812, sementara support level di 0.7472 dan 0.7372.

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat didorong oleh rally satu minggu penuh dari Wall Street. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menguat ke level 22720. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 23490 dan 23760, sementara support pada level 21515 dan lalu 20775. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 31150. Minggu ini akan berada antara level resistance di 31976 dan 33006, sementara support di 29548 dan 29110.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat penuh dalam seminggu sebagian karena data inflasi yang lebih lembut di bawah prediksi. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level 24826, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 24858 dan 24962, sementara support di level 23822 dan 23738. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2727.6, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2763 dan 2801, sementara support pada level 2612 dan 2586.

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau agak menguat dengan fluktuasinya dollar dan bergerak terkoreksi di akhir minggu, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang menguat tipis ke level $1317.81 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1355 dan berikut $1365, serta support pada $1301 dan $1280. Di Indonesia, harga spot emas terpantau menguat ke level Rp590,979 per gram.

 

Pembaca setia, perhatikanlah chart pergerakan harga asset investasi. Setelah periode rally pasar, tiba juga saat untuk aksi profit taking. Investor akan selalu mencari dan menunggu momentum demikian. Itu yang sebagian pelaku pasar lakukan belakangan ini. Dengan jalan itulah para fund manager global telah mereguk keuntungan besar mereka. Anda ingin sukses investasi? Siapa yang tidak mau, bukan? Ikuti cara para fund manager berinvestasi mengikuti gelombang trend yang ada. Anda pun bisa sukses demikian. Simak terus karenanya vibiznews.com, website investasi yang paling favorit. Kembali, salam sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here