Data Penjualan Ritel AS Naik Moderat Untuk Bulan April 2018

463

(Vibiznews – Economy & Business) – Data penjualan ritel AS meningkat moderat pada bulan April karena kenaikan harga bensin yang membebani pengeluaran diskresioner, tetapi data belanja konsumen muncul di jalur yang lebih cepat setelah melambat tajam pada kuartal pertama.

Data penjualan bulan Maret yang direvisi naik untuk menunjukkan penjualan melonjak 0,8 persen bukannya kenaikan 0,6 persen yang dilaporkan sebelumnya.

Peningkatan penjualan ritel bulan lalu sejalan dengan ekspektasi para ekonom, Penjualan ritel pada bulan April meningkat 4,7 persen dari tahun lalu.

Termasuk mobil, bensin, bahan bangunan dan jasa makanan, penjualan ritel naik 0,4 persen bulan lalu setelah meningkat 0,5 persen revisi ke atas pada bulan Maret. Ini disebut penjualan ritel inti sesuai paling dekat dengan komponen belanja konsumen dari produk domestik bruto.

Data sebelumnya dilaporkan telah naik 0,4 persen pada Maret. Namun data belanja konsumen mengerem tajam di kuartal pertama, tumbuh pada kecepatan yang paling lambat dalam hampir lima etahun, di tengah keterlambatan dalam pemrosesan restitusi pajak.

Harga bensin naik hampir 17 sen menjadi $ 2,757 per galon pada bulan April, harga tertinggi sejak Juli 2015, demikian data dari Energy Information Administration Amerika Serikat.

Belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua-pertiga dari kegiatan ekonomi AS, tumbuh pada tingkat tahunan 1,1 persen di kuartal pertama. Ekonomi diperluas dengan kecepatan 2,3 persen pada periode Januari-Maret.

Pada bulan April, penjualan otomotif naik tipis 0,1 persen setelah naik 2,1 persen pada Maret. Hasil penjualan di SPBU melonjak 0,8 persen, mencerminkan harga bensin yang lebih tinggi.

Sementara harga BBM naik di SPBU, penjualan di restoran dan bar turun 0,3 persen, penurunan terbesar sejak Februari 2017. Orang-orang Amerika juga mengurangi pengeluaran untuk hobi. Demikian juga dengan hasil penjualan barang-barang olahraga dan hobi turun 0,1 persen bulan lalu.

Penjualan di toko furnitur naik 0,8 persen setelah melonjak 1,4 persen pada Maret 2011. Penerimaan di toko elektronik dan peralatan turun 0,1 persen sementara penjualan di toko bahan bangunan naik 0,4 persen bulan lalu.

Penerimaan di toko pakaian melonjak 1,4 persen, peningkatan terbesar sejak Maret 2017, sementara penjualan di pengecer online meningkat 0,6 persen.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner Vibiz Consulting Group
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here