Poundsterling Naik Turun Karena Isu Beacukai Setelah Brexit

537

(Vibiznews-Forex) Pada hari Rabu, kenaikan dolar yang berlangsung terus menerus menyebabkan tekanan jual terhadap pasangan GBP/USD, meskipun sekali lagi gagal mendorongnya menembus area “support” 1.3450.  Data ekonomi AS yang bercampur memicu aksi ambil untung terhadap USD dan membantu pasangan matauang ini untuk bertahan di dekat “support” jangka pendek, yang telah berjalan selama dua minggu.

Poundsterling Inggris terdorong naik di sesi perdagangan Asia Pasifik ditengah laporan-laporan adanya proposal untuk menjembatani perbedaan antara anggota dari cabinet Perdana Menteri Theresa May dengan rezim “post-Brexit custom”. Hal ini akan menyebabkan Negara Inggris tetap berada pada tariff  bersama Uni Eropa sampai kesepakatan baru diperoleh.

Pengaturan yang sedemikian akan menghindari terjadinya disrupsi dari kegiatan komersil dan perbatasan yang keras di Irlandia Utara selagi secara tehnis mengijinkan para pengikut Brexit mengklaim bahwa “customs union” telah ditinggalkan sebagaimana yang dijanjikan.

Sterling sempat diperdagangkan naik 0.3% di sekitar 1.3530 terhadap dolar AS setelah suratkabar Inggris the Telegraph muncul dengan cerita pemerintah memilih tetap berada di “custom union” dengan Uni Eropa bahkan setelah Brexit yang mengangkat pasangan matauang ini naik dari kerendahan di 1.3450 setelah imbal hasil Treasury AS naik diatas 3.1% yang membuat dolar AS terus terdorong naik.

Poundsterling Inggris mendapatkan dorongan dari laporan-laporan yang mengatakan bahwa Inggris bersiap untuk tetap berada di “custom union” sampai setelah 2021. Pasangan matauang ini melompat kembali ke SMA 200 hari yang sangat penting selama sesi Asia pada hari ini tetapi kekurangan dukungan yang kuat selanjutnya. Naiknya imbal hasil obligasi Treasury AS, yang cenderung mendukung permintaan terhadap dolar AS, bisa terus membatasi naiknya GBP/USD ditengah kekosongan data ekonomi Inggris.

GBP/USD akhirnya saat ini diperdagangkan disekitar 1.3500, kehilangan banyak dari keuntungan pada sesi perdagangan sebelumnya setelah laporan bahwa Negara Inggris akan tetap berada di “Custom Union” setelah Brexit disangkal oleh Downing Street.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here