Relaksasi Kebijakan Makroprudensial Akan Dibahas Pada RDG Akhir Juni

442

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa pihaknya akan membahas kebijakan makroprudensial melalui relaksasi rasio pinjaman atau kredit terhadap nilai agunan (loan to value atau LTV) pada Rapat Dewan Gubernur BI akhir Juni mendatang.

 “Kebijakan makroprudensial tersebut akan kami keluarkan, setelah dibahas dalam RDG akhir Juni sehingga ini sekaligus juga merespon bahwa suku bunga acuan naik, tidak langsung laba bank turun dan pertumbuhan ekonomi anjlok karena kami juga terus mempercepat relaksasi makropurdensial agar growth tetap terdorong,” ucap Perry di Gedung BI, pada hari ini, Rabu (30/5).

Oleh sebab itu, BI tak mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan kredit untuk 2018. Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 tetap diproyeksi sebesar 5,2% dan kredit diperkirakan tumbuh 10-12%.

RDG tersebut dijadwalkan untuk dilaksanakan pada 27-28 Juni mendatang. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa pihaknya tengah mengkaji relaksasi besaran rasio LTV, namun, bank sentral juga fokus pada aturan LTV lainnya yang selama ini menjadi kendala penyaluran kredit

“Kita akan bahas pengaturan mengenai indent, termin pembayaran, juga pengaturan berapa banyak jumlah rumah yang bisa dibeli,” kata Perry.

 

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting Group

Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here