Bisakah EUR/USD Naik Lebih Tinggi Setelah Naik 200 Pips?

431

(Vibiznews-Forex) Euro berbalik dari penurunannya pada awal minggu ini dengan para pembuat kebijakan di Itali mengerahkan usaha mereka untuk membentuk pemerintahan koalisi dan angka data terbaru yang muncul dari area euro bisa menambah luas pemulihan EUR/USD dengan naiknya baik tingkat inflasi umum maupun inti di bulan Mei.

EUR/USD diperdagangkan diatas 1.1700 sekitar 200 pips diatas posisi rendah selama 10 bulan di 1.1510 yang terlihat pada hari Selasa. Pemutaran yang positip di dalam drama politik Itali adalah penarik utama naiknya pasangan mata uang ini.

Setelah pemilihan umum ronde berikutnya kelihatannya sudah diambang pintu, Itali kemungkinan akan memiliki pemerintahan politik yang reguler. Dua partner koalisi yang populis sedang mempertimbangkan untuk menominasikan Paola Savona yang skeptik terhadap Euro sebagai Menteri Luarnegeri daripada mengurus keuangan.

Dengan pernyataan itu, Presiden Mario Draghi dan kawan-kawan, bisa mulai mengeluarkan nada “dovish” selama bulan-bulan yang akan datang dimana program Quantitative Easing (QE) akan habis jangka waktunya pada bulan September. Tetapi bank sentral nampaknya tidak dalam keadaan terburu-buru untuk menghilangkan kebijakan tingkat bunga nol dengan ukuran dari “underlying inflation” tetap dibawah dan masih harus menunjukkan tanda-tanda yang meyakinkan dari kenaikan yang berkelanjutan.

Alasan yang lain dari kenaikan EUR/USD memiliki basis yang lebih baik. Data ekonomi akhirnya naik. Moderasi karena musim dingin berakhir untuk waktu yang lama. Kenaikan di dalam Penjualan Eceran Jerman dan juga di dalam angka inflasi memberikan semacam kelegaan bagi European Central Bank. ECB masih menyiapkan untuk mengakhiri program QE pada akhir tahun.

Flash CPI untuk bulan Mei muncul di 1.9%, suatu lompatan yang signifikan dari 1.2% di bulan di April dan pada target 2% atau sedikit dibawah mandate untuk European Central Bank. Namun, kenaikan harga energi dan khususnya harga minyak mendorong naik CPI umum lebih tinggi. Sementara CPI inti juga pulih dengan angka 1.1% sekalipun tetap jauh dari target. Tanpa kecepatan yang lebih cepat dari kenaikan CPI inti, inflasi umum tidak akan bertahan tinggi untuk waktu yang lama.

Rebound yang terjadi di Consumer Price Index (CPI) zona Euro menaikkan daya tarik terhadap matauang tunggal Eropa karena hal ini memberikan tekanan kepada European Central Bank (ECB) untuk mengakhiri siklus pelonggarannya di tahun 2018, dan Dewan Gubernur bisa menjelaskan lebih terperinci strategi keluar pada pertemuan berikutnya pada tanggal 14 Juni khususnya dengan pemimpin Five Star Luigi Di Maio mengatakan bahwa partainya tidak pernah berniat keluar dari kesatuan moneter.

Kekurangan desakan untuk mengimplemetasikan biaya peminjaman yang lebih besar bisa menghasilkan angin badai bagi Euro sepanjang sisa dari tahun ini, tetapi tindakan menaikkan harga baru-baru ini telah meningkatkan ruang lingkup untuk “rebound” EUR/USD  yang menarik keatas dari serangkaian posisi yang rendah yang terbawa dari minggu sebelumnya.

Pada sisi lain, data Amerika Serikat meleset dari perkiraan: ADP NFP muncul di 178.000 dibandingkan dengan yang diperkirakan di 190.000 dan GDP kuartal pertama direvisi turun menjadi 2.2% dari 2.3% yang semula dilaporkan.

Di AS, data yang paling menarik adalah indeks PCE Price Inti. Angka inflasi ini adalah yang ditargetkan oleh Federal Reserve. Setelah banyak bulan dalam keputusasaan, di bulan Maret kenaikan harga tahunan mencapai 1.9%, hampir mencapai target Federal Reserve 2%. Sementara  Core CPI tetap tidak berubah di 2.1% per tahun, angka 1.9% diperkirakan akan muncul untuk Core PCE di bulan April. Meskipun demikian, kejutan bisa saja terjadi pada angka yang sensitif ini. Untuk angka per bulan, diperkirakan ada sedikit kenaikan sebesar 0.1%.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here