Relaksasi LTV Apa Pengaruhnya Terhadap Kredit Macet

337

(Vibiznews – Banking & Insurance) –  Sesuai dengan pernyataan Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, pada hari Rabu (30/5) bahwa Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat akan mengumumkan pelonggaran aturan loan to value (LTV) properti. Pelonggaran ini terkait dengan penurunan rasio uang muka, relaksasi aturan inden kredit pemilikan rumah (KPR) dan juga termin pembayaran kredit.

Gubernur BI menjanjikan relaksasi yang akan dilakukan tetap akan dalam koridor prinsip prudensial penyaluran kredit dan manajemen risiko perbankan. Dengan relaksasi LTV ini diharapkan ruang bagi bank untuk meningkatkan kredit perumahan bisa lebih longgar.

Tentunya para bankir menyambut rencana relaksasi LTV kredit properti tersebut dengan gem bira meskipun ada risiko peningkatan kredit macet, namun hal itu sekali lagi bagaimana setiap bank mengantisipasi risiko tersebut dengan menjalankan prinsip kehati-hatian dalam menawarkan produk tersebut khususnya dalam hal mengenali kebutuhan dan profil risiko nasabahnya. Kendati tren suku bunga akan naik pasca kenaikan bunga acuan BI, namun bankir yakin risiko kredit properti akan bisa terjaga meskipun ada pelonggaran aturan LTV.

Pada dasarnya relaksasi atau pelonggaran LTV ini  tidak akan berisiko menaikkan NPL kredit property jika calon debitur memenuhi kriteria yang harus dipenuhi dan focus pada calon nasabah pada kriteria rumah pertama bukan untuk investasi. Segmen nasabah yang baru pertama kali membeli rumah akan sangat terbantu dengan adanya relaksasi ini.

 

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting Group

Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here