Harga Soft Commodities di Akhir Minggu Mixed, Hanya Harga Kopi Naik

241

(Vibiznews – Commodity) – Harga soft commodities di akhir minggu mixed, dengan harga kakao dan gula yang turun sementara harga kopi naik. Laporan cuaca, dan permintaan yang mempengaruhi harga.

Harga kopi September naik 90 sen menjadi $110.45 per pound

Penguatan dari dolar AS juga mempengaruhi harga kopi menjadi mahal bagi pembeli asing.
Tanaman kopi Arabika di Brazil mengalami kerusakan karena cuaca kering dan curah hujan sedikit selama ini, kemungkinan hasil panen tahun depan akan menurun. Suhu di Brazil diatas normal. Diperkirakan produksi kopi setinggi-tingginya 60 juta kantong. Berbeda dengan Brazil cuaca di Amerika Tengah dan Mexico sudah mulai turun hujan membuat tanahnya melembab sehingga pertumbuhan tanaman baik.
Di London merupakan pasar utama dari kopi robusta dari Vietnam, walaupun Vietnam produksinya pada tahun lalu kurang namun persediaan kopi di Eropa masih banyak. Cuaca kering namun sekarang hujan sudah mulai turun sehingga kondisi tanaman kopi Vietnam membaik.
Analisa tehnikal pada kopi resistant pertama di $110.78 dan berikut ke $111.08 sedangkan support pertama di $109.68 dan berikut ke $109.98.

Harga gula Oktober turun 15 sen menjadi $10.88 per pound.
Cuaca di Brazil yang kering dapat merusak tanaman tebu, dan tebu yang dihasilkan dari Brazil kebanyakan digunakan untuk etanol, sehingga menimbulkan kekhawatiran dari produsen etanol akan kurangnya pasokan tebu apabila cuaca kering. Berbeda dengan Thailand dan India cuaca di daerah ini sangat bagus dengan curah hujan yang cukup sehingga produksi gula India surplus dan Thailand mencapai rekor dalam produksi gula, namun India dan Thailand mengalami kesulitan dalam mencari pembeli.

Produksi gula Brazil sebesar 2.4 juta ton turun 23.3% dari tahun lalu, dan 2.4 milyar liter etanol kenaikan 26.2%. Perbandingan produksi gula dan etanol untuk setengah tahun 38.4% gula dan 61.6% etanol. Tahun lalu perbandingannya 50.4% gula dan 49.6% etanol. Brazil merupakan negara produsen gula terbesar pertama dunia, daerah selatan dan tengah Brazil 90% ditanami tebu. Produksi etanol meningkat di Brazil karena di Brazil etanol digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor, karena lebih murah.
Cuaca yang kering juga berlangsung di Eropa, Rusia Selatan membuat tanaman beet mengalami kerusakan sehingga produksi berkurang.
Analisa tehnikal pada gula resistant pertama $10.92 lanjut ke $10.95 dan support pertama pada $10.86 dan berikut $ 10.83.

Harga kakao September turun $82 menjadi $2,233 perton.
Di Ivory Coast curah hujan terlalu tinggi sehingga dapat merusak tanaman kakao yang sedang berbunga dan membuat panen akan berkurang. Turunnya harga kakao karena berkurangnya pembeli. Produksi kakao di Ivory Coast masih besar sekitar 2 juta ton sekalipun curah hujan tinggi. Sedangkan di Afrika Barat cuaca baik sehingga panen berikut bisa meningkat. Cuaca yang baik terjadi juga di Afrika Timur dan Asia. Permintaan kakao dari Uni Eropa dan AS masih kuat sementara permintaan Amerika Utara tidak baik.
Analisa tehnikal pada kakao resistant pertama pada $2,230.34 dan berikut ke $2235.17 sementara support pertama pada $2.222.84 dan berikut $2,220.27.

Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here